BETANEWS.ID, KUDUS – Jembatan sasak Sungai Wulan yang jadi penghubung Kabupaten Kudus dan Demak sulit mendapatkan bantuan dari pemerintah lantaran dianggap jalur mati. Jembatan yang dibuat berkat inisiatif gwarga ini padahal sangat membantu warga Kedungwaru Kidul, Kedungwaru Lor, Tugu, Kotakan, dan Gempol Songo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak saat hendak bekerja di Kudus.

Menurut penjaga jembatan Muhdi (52), jembatan ini sering dintinjau oleh kedua belah pihak kabupaten. Akan tetapi, hasil pengamatan itu tidak mendapatkan hasil, lantaran jalur penghubung yang ada di Desa Kedungwaru Lor Demak dengan Desa Setrokalangan Kudus ini dianggap jalur mati.
Baca juga: Persingkat Perjalanan, Banyak Warga Pilih Lewati Jembatan Sasak Sungai Wulan Ketimbang Jalur Utama
“Pembangunan akses jalan di sini itu sulit. Karena kata mereka di sini itu jalur mati, karena sudah ada akses jalan pantura. Padahal sudah saya ajukan dengan kakak saya Nur Ahmad DPR RI sana, katanya tidak masuk karena tidak masuk katagori. Padahal Pemkab Kudus dan Demak pernah meninjau di sini sekitar tahun 2008, nyatanya tidak ada kelanjutannya,” katanya pada betanews.id, Sabtu (1/10/2022).
Hal sama juga diutarakan Perangkat Desa Kedungwaru Lor Sukron. Menurutnya, jembatan ini pernah ditinjau pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, daerah tersebut tidak bsia dibuat jembatan karena apabila tanah di sekitar jembatan ditinggikan, dapat menghambat aliran air saat musim hujan dan membuat bendungan bisa saja pecah.
“Harapannya, pemerintah dapat memberikan solusi mengenai situasi yang ada di jembatan Sungai Wulan ini,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

