BETANEWS.ID, KUDUS – Iva Mahmudah (52) tampak sibuk melayani pelanggan yang hendak membeli minyak wangi di Jasmine Parfume, Jalan Menara Nomor 29 A, Kelurahan Langgardalem, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Dengan dibantu dua karyawannya, mereka tampak sigap memilihkan parfum dan kemudian mengisikannya ke botol-botol yang dibawa pembeli.
Sejak dirintis 10 tahun lalu, toko milik Iva itu memang selalu jadi jujugan pencari minyak wangi di Kudus. Namun, sebelum seramai sekarang, Iva pernah menjualnya secara keliling selama tiga tahun karena belum punya modal mendirikan toko.

“Saya bisnis parfum sudah sepuluh tahun lebih. Aku tuh orangnya tidak milih pekerjaan. Pas lagi di parfum, oke deh kita pindah ke sini dari yang kecil sampai berkembang tujuh tahun. Yang tiga tahun kami kelilingan dulu,” katanya, Senin (22/8/2022).
Baca juga: Jasmine Parfume, Pusat Minyak Wangi Harga Murah yang Pelanggannya hingga Luar Negeri
Dalam bisnis parfum itu, Ia mengaku belajar secara otodidak cara meracik minyak wangi untuk mendapatkan aroma yang enak. Hal itu lantaran termotivasi dengan masa lalunya yang pernah mendapat penolakan orang saat hendak belajar. Makanya, kini Iva ingin membagikan ilmunya bagi siapa saja yang datang ke tokonya.
“Aku dulu backgroundnya anak tidak mampu. Untuk memberikan ilmu saja tidak semua orang mau ngasih tahu. Terus aku gini, nanti kalau aku jadi orang kaya, semua orang yang mau ke tempatku nanti tak ajari,” ungkapnya.
Wanita yang tinggal di Desa Krandon, Kecamatan/Kabupaten Kudus itu tidak hanya menjual, tapi juga memberi edukasi bagi pembelinya. Iva tidak segan menawarkan beberapa pilihan aroma baru bagi pelanggannya agar punya banyak pilihan.
“Di sini hampir semua pelanggan tanya, yang baru apa. Jadi kami suka mengedukasi pembeli biar belinya tidak itu-itu saja,” imbuhnya.
Baca juga: Bantu Cari Nafkah, Anak Penyandang Disabilitas Ini Ikut Ibunya Jual Kerupuk di Pinggir Jalan
Kini, Iva telah memiliki lebih dari seribu macam parfum yang ada di tokonya. Tidak hanya itu, ia bahkan menjadi produsen parfum bermerek yang telah besar berkat ilmu yang diberikannya.
“Justru yang online-online terkenal itu buatan kita lho. Cuman kita tidak open. Kelebihan kita juga membuatkan aroma yang hanya untuk dia saja. Jadi jika aroma milik dia, kita tidak jual, karena itu sudah jadi hak mereka,” terangnya.
Di sana, Iva menjual parfum mulai dari Rp2 ribu sampai Rp10 ribu per mililiter. Dibantu delapan karyawannya, Jasmine Parfume telah memiliki pelanggan hingga luar negeri.
“Pelanggananya itu macam-macam, dari sekitar Kudus ada, luar kota ada. Bahkan parfum Arab justru peminatnya dari luar kota semua, seperti Jakarta. Sekarang bahkan sampai Malaysia dan Singapura. Karena yang kita punya nggak semua orang punya,” pungkas Iva.
Editor: Ahmad Muhlisin

