BETANEWS.ID, SEMARANG – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) menyebabkan tarif angkutan kota (angkot) di Semarang juga ikut naik. Kenaikannya diperkirakan mencapai 50 persen.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang Bambang Pranoto Purnowo mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat ke Dinas Perhubungan Kota Semarang terkait kenaikan tarif itu.
“Kenaikan tarif ini bisa diperkirakan hingga 50 persen, karena adanyan kenaikan BBM. Itu membuat kenaikan suku cadang pula,” kata Bambang.
Baca juga: Ngenesnya Sopir Angkot di Kudus; Penghasilan Turun Drastis, Tarif juga Masih Sama Meski BBM Naik
Dia membeberkan, tarif angkot saat ini berkisar Rp3.500. Jika naik, tarifnya akan sekitar Rp6 ribu.
“Naiknya minimal ya jadi Rp5 ribu, tapi kalau anak sekolah mungkin akan kita bedakan. Kalau sebelumnya Rp1 ribu, kita naikkan jadi Rp2 ribu,” beber Bambang.
Setelah memberikan surat ke Dinas Perhubungan, ia pun berharap penyesuaian tarif segera keluar.
“Kenaikan tarif ini kan kewenangan kota, dari kami sudah memberikan surat ke Dishub Kota Semarang. Harapanya sih minggu ini bisa keluar,” katanya.
Baca juga: Harga BBM Naik, Organda Kudus Usahakan Sopir Angkot Dapat BLT BBM
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang Endro Pudyo Martantono membenarkan tentang adanya surat tersebut. Tetapi saat ini pihaknya belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut.
“Benar, kita sudah menerima surat dari Organda Kota Semarang, tapi saat ini masih kita koordinasikan dengan Dishub Provinsi,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

