Agar Bisa Mandiri, Puluhan Tunanetra di Kudus Diajari Bikin Batik Ecoprint

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan penerima manfaat terlihat sibuk di Aula Taman Krida Kudus. Disabilitas tuna netra dan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) tersebut tampak didampingi untuk mengolah kain dalam cairan. Setelah itu, mereka mengambil beberapa jenis daun yang disiapkan.

Sembari meraba-raba, disabilitas tuna netra menata daun di kain yang sudah diolahnya. Ketika sudah tertata, kemudian ditutup dengan kain lainnya. Setelah itu, digulung dan kemudian dilakban. Baru kemudian dikukus selama dua jam.

Kegiatan tersebut yakni proses pelatihan ecoprint kepada para disabilitas tuna netra dan ODGJ yang diselenggarakan oleh Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Sensorik Netra (PPSDSN) Pandawa bekerja sama dengan Batik Gentamas sebagai mentor.

-Advertisement-
Penyandang tunanetra diajari buat batik dengan teknik ecoprint. Foto: Rabu Sipan.

Baca juga: Kerennya Kerajinan Ukir Kayu Buatan Disabilitas Kudus yang Sudah Kirim Hingga Batam

Ditemui di lokasi, kepala PPSDSN Pandawa yakni Sundarwari mengatakan, pemberian pelatihan ecoprint kepada disabilitas tuna netra dan mental ini bertujuan memberikan bekal keterampilan. Sehingga nantinya saat sudah layak kembali ke tengah masyarakat, mereka mampu bekerja dan berkarya.

“Sehingga nantinya mereka mampu mandiri secara ekonomi. Mereka mampu memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari, tidak bergantung pada orang tuanya, atau pun orang lain,” ujar perempuan yang akrab disapa Sundar kepada Betanews.id, Rabu (31/8/2022).

Dia mengungkapkan, para disabilitas itu harus mampu mandiri. Tidak boleh bergantung pada orang lain, termasuk kepada orang tuanya. Sebab, saat orang tuanya sakit atau bahkan kelak tiada, mereka tidak punya bekal untuk mandiri.

“Di situlah peran dan fungsi panti. Membekali dan memberdayakan mereka dengan keterampilan, sehingga bisa hidup mandiri kembali,” jelasnya

Untuk peserta pelatihan, kata dia, terdiri dari disabilitas tuna netra 20 orang, sedangkan disabilitas mental atau ODGJ ada 12 orang, jadi total peserta ada 32.

“Semua peserta merupakan binaan PPSDSN Pandawa Kudus,” imbuhnya.

Sementara itu, owner dari Batik Gentamas yakni Dasa Gentawati mengatakan, para disabilitas tuna netra dan ODGJ ini sangat antusias mengikuti pelatihan ecoprint. Mereka juga sangat rajin dan terampil, tak kalah sama orang normal pada umumnya.

Baca juga: Kunjungi Batik Ciprat Langitan di Magetan, Ganjar Diajari Membatik Oleh Penyandang Disabilitas

“Justru mereka para penyandang disabilitas ini malah ada jiwa seninya. Sehingga sangat prospek untuk ke depannya,” ujar Dasa.

Dia berharap, keterampilan membuat ecoprint ini mampu bermanfaat bagi mereka para penerima manfaat. Sehingga nantinya mereka mampu memproduksi produk ecoprint yang punya nilai jual tinggi.

“Selama ini pelatihan panti itu kan membuat sapu dan sulak. Jadi dengan pelatihan ecoprint ini mereka mampu memproduksi produk yang berkualitas dan bernilai jual tinggi,” harapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER