31 C
Kudus
Senin, Februari 16, 2026

Bisnis Genteng Babak Belur Dihajar Krismon, Keluarga Khoirul Bangkit Rintis Usaha Tahu

BETANEWS.ID, KUDUS – Deretan tong berisi tahu berjejer rapi di sebuah pabrik tahu yang berada di Dukuh Kemang Krompol, Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus. Terlihat asap mengepul di atas tungku besar dengan bara api yang terus menyala. Di sana, tampak seorang pria sedang menghitung tong yang telah berisi tahu untuk didistribusikan. Ia adalah Ahmad Khoirul, produsen tahu RF 3 Putra.

Disela-sela aktivitasnya, pria bertopi hitam itu bersedia menjelaskan pabrik tahu yang telah berdiri sejak 1999. Ia menjelaskan, usaha tahu warisan orang tuanya itu dirintis saat bisnis genteng keluarganya babak belur dihajar krisis moneter 1997 lalu.

Khoirul, pemilik pabrik tahu RF 3 Putra. oto: Dwi Qatrun Nada.

“Kini, pabrik tahu turun kepada anak-anaknya. Tidak hanya saya yang meneruskan, saudara-saudara saya juga menjadi produsen tah. Totalnya ada empat anak yang berjualan tahu,” jelasnya sambil mengawasi produksi tahunya, Kamis (04/08/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Dari Limbah Tali Peti Kemas, Penjaga Sekolah di Kudus Ini Bisa Hasilkan hingga Belasan Juta Sebulan

Saat ini total karyawan yang bekerja di RF 3 Putra berjumlah 17 orang dan setiap harinya menghabiskan bahan baku lima hingga enam kuintal kedelai. Setiap hari pabrik tahu tersebut dapat memproduksi 360 papan yang setiap papannya dihargai Rp30 ribu.

“Untuk memproduksi tahu saya menggunakan kedelai impor. Kalau lokal tidak bisa mencukupi permintaan pasar. Terus segi kualitas impor lebih bagus ketimbang lokal yang tidak tahan lama,” ucapnya.

Produk tahu di tempat Khoirul itu tak hanya didistribusikan di sekitar Kudus saja, karena ada pelanggannya yang dari Rembang. Beroperasi dari pukul 7.00 WIB, pembeli yang ingin memesan tahu RF 3 Putra dapat memesannya secara langsung di pabriknya atau menghubungi nomor 0888 0693 0877.

“Kita beroperasi setiap hari kecuali hari-hari besar tertentu,” beber dia.

Khoirul lantas menjelaskan proses produksi tahu di tempatnya. Tahap pertama pembuatan tahu adalah perendaman kedelai selama dua jam. Hal itu dilakukan untuk melunakkan tekstur kedelai agar mudah saat penggilingan.

Baca juga: Saking Larisnya, Nama Es Gempol Pleret Mekar Sari Milik Effendi Pernah Dijiplak Pesaing

“Kalau kedelai direndam itu akan mengembang, selanjutnya kedelai dicuci agar tidak masam,” jelasnya.

Di samping perendaman ada mesin yang digunakan untuk menghaluskan kedelai setelah perendaman sehingga menjadi bubur halus. Kemudian bubur kedelai itu dimasak dengan suhu tinggi.

“Setelah dimasak sari kedelai disaring dengan kain besar agar ampas dan airnya dapat terpisah. Dari airnya dapat dibuat menjadi tahu,” ucapnya.

Hasil rebusan tersebut kemudian dicetak pada papan dengan bentuk persegi yang dilapisi dengan sehelai kain. Pengepressan itu dilakukan untuk menghilangkan kandungan air pada adonan tahu. Setelah beberapa menit tahu pun jadi.

“Tahap akhir adalah pemotongan tahu sesuai dengan ukurannya,” tandas Khoirul.

Penulis: Dwi Qatrun Nada (Mahasiswa Magang IAIN Kudus)

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER