Meski Punya Banyak Saingan di Henna Art, Niya Tak Ambil Pusing Karena Rezeki Ada yang Ngatur

BETANEWS.ID, KUDUS – Sedari Subuh, wanita itu tampak sibuk merias pengantin di salah satu rumah warga Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Sembari menata alat dan mengukir Henna di tangan pengantin, wanita bernama Setiyani (34) itu lalu menceritakan awal dirinya menekuni henna art.

Niya mengatakan, mulai membuka jasa Henna Art sejak 2014. Saat itu, Niya yang tidak sengaja melihat informasi di internet, mencoba belajar otodidak dan mengembangkannya menjadi ladang bisnis.

“Tidak tahu alasannya kenapa, biasanya kan senang lihat-lihat di YouTube, Instagram, kok saya tertarik ingin belajar henna. Waktu itu henna warnanya marun belum ada yang putih. Baru ada 2015-2016, sampai sekarang masih trend,” katanya pada betanews.id, Jumat (29/7/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Ini Harga Jasa Henna Art di Kudus yang Laris Manis di Musim Pernikahan

Saat pertama kali mempromosikan jasanya, ia mengalami kesulitan dalam menemukan alat dan bahan. Niya menerangkan, barang-barang yang dibelinya lewat online itu cenderung lebih mahal dan jarang ditemukan. Berbeda dengan sekarang yang bisa didapatkan dengan mudah dengan harga lebih murah.

“Zaman dulu kebalikannya. bahan henna itu mahal tapi jualnya murah. Kalau sekarang bahannya agak murah, terutama yang marun satuannya saja Rp10 ribu, kalau dulu Rp30 ribu,” imbuhnya.

Bagi Niya, keuntungan dalam memulai usaha tidak menjadi masalah. Kecintaannya dengan seni, membuat Niya menikmati proses bisnis henna art. Saat ini, ia bahkan mampu mendapatkan penghasilan Rp2 juta lebih dalam sebulan.

Baca juga: Kerjaan Las Sepi, Iwan Banting Setir Jual Alpukat Kocok yang Ternyata Laris Manis

“Senangnya orang dengan henna itu bagaimana sih, tidak memikirkan untungnya yang penting sejalannya. Ibaratnya kalau laris kan sama saja nanti untungnya,” ujarnya.

Untuk satu model ukiran Henna Art By Niya, ia hargai mulai dari Rp150 sampai Rp250 ribu tergantung tingkat kesulitan dan desain. Meskipun banyaknya pengrajin henna, Niya mengaku masih kebanjiran orderan saat musim nikah.

“Zaman segitu belum banyak saingannya, tiap sore berangkat. Sekarang kan anak muda banyak yang lari ke henna, selain itu tarifnya juga lumayan. Dulu aku tarifnya Rp75 ribu, sekarang kan Rp200-250 ribu. Tapi kalau sama teman sendiri tetap ada bedanya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER