Berkat Si Bening, Kota Semarang Berhasil Turunkan Angka Stunting

BETANEWS.ID, SEMARANG – Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, per bulan Juli 2022, angka stunting di Kota Semarang mengalami penurunan. Yang awalnya mencapai 1.500 kasus, kini menjadi 1.200 kasus.

Kepala DKK Semarang Mochamad Abdul Hakam mengatakan, turunnya angka stunting di Kota Semarang tersebut tak lepas dari upaya pemerintah melalui strategi Si Bening (Semua Ikut Bergerak Bersama Tangai Stunting).

Baca juga: Kasus Stunting di Kecamatan Semarang Utara Tertinggi di Kota Semarang

-Advertisement-

“Saya sangat mendukung adanya Sibening, karena dalam strategi ini semua ikut terlibat. Dalam program ini, ada orang tua asuh, CSR, donatur yang memberikan bantuannya,” ujarnya.

Katanya, bantuan dari beberapa pihak itu, kemudian diserahkan ke RT/RW ataupun Dasawisma. Selanjutnya, pihak puskesmas ikut memantau dalam pemberian menu.

Pihaknya menjelaskan, untuk bantuan dari orang tua asuh, anak akan mendapatkan bantuan berupa makanan bergizi sebanyak 3 kali sehari. Dalam bantuan ini, nanti juga ada Puskesmas yang membantu serta memantau kandungan gizi setiap makanan yang diberikan.

Tak hanya fokus ke anak penyandang stunting, pihaknya pun mengimbau untuk memperhatikan calon stunting, khususnya ibu hamil yang KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan Anemia.

“Jangan hanya fokus kepada yang penyandang stunting, tapi ibu hamil itu juga harus diperhatikan gizinya. Apalagi bumil yang KEK dan anemia itu harus diperhatikan, karena kalau dibiarkan nanti akan menambah kasus baru. Yang satu sudah lulus, eh bumilnya tidak memperhatikan gizinya, kan malah jadi calon lagi, nanti tambah lagi, jadi kita harus cegah sama-sama,” ujarnya.

Sehingga, pihaknya pun mengimbau, untuk ibu hamil agar selalu rutin mengikuti ANC (Antenatal Care) di puskesmas terdekat yang bisa diakses secara gratis oleh warga Kota Semarang.

Baca juga: Cegah Stunting, Wakil Wali Kota Semarang Blusukan untuk Edukasi Warga

“Untuk ibu hamil harus diberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan. Lalu setiap bulan ikut ANC di puskesmas,” tutupnya.

Ia pun berharap, bila semua pihak ikut andil dalam penurunan stunting, baik pemerintah, masyarakat, maupun lembaga lainnya, maka angka stunting di Kota Semarang bisa segera menurun.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER