BETANEWS.ID, PURBALINGGA – Lapak Ganjar lagi-lagi jadi juru selamat pengusaha di Jawa Tengah. Yang terbaru adalah kerajinan alat musik bambu produksi Tetra Febri Riyanto, warga Jalan Lawet RT 03 RW 03 Kelurahan Purbalingga Wetan, Kabupaten Purbalingga.
Berkat dipromosikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo lewat Instagram Story, produknya itu kini makin laris dan bisa bangkit setelah dihantam Covid-19. Menurut Tetra, saat pandemi itu, pemesanan turun drastis, bahkan nyaris nol omzet karena pandemi membuat aktivitas sosial lumpuh, termasuk event kesenian.
Di tengah kekalutan itu, Tetra awalnya iseng mengikutsertakan alat musik bambu karyanya itu di Lapak Ganjar menggunakan akun @tetra_wbs. Hasilnya luar biasa, permintaan mulai datang, dan perlahan mulai diburu pembeli kembali.
Baca juga: Awalnya Iseng Ikut Lapak Ganjar, Kini Kerajinan Enceng Gondok Ini Siap Ikut Pameran di Jepang
“Alhamdulillah setelah ikut Lapak Ganjar produksi mulai meningkat, mulai kembali ke normal. Permintaan kita seluruh Idonesia tapi sementara ini paling banyak dari Jateng dan Jatim,” ungkapnya, Sabtu (30/7/2022).
Tetra menyebut, imbas yang dirasakan bukan hanya bagi brand alat musik bambu miliknya. Ternyata, Lapak Ganjar juga mengenalkan alat musik bambu brand lain yang ada di Purbalingga.
“Di sini ada 6 keluarga saya, dan semuanya punya produksi alat musik bambu dengan beragam brand. Dengan adanya Lapak Ganjar, brand lainnya itu ikut dikenal. Usaha saudara juga merasakan impact-nya,” lanjutnya.
Tetra menjelaskan bahwa alat musik bambu yang diproduksi di antaranya angklung, kentongan, gambang, bedug celo, bass pukul dan lainnya. Satu set alat musik itu dibanderol rata-rata Rp5 juta.
Baca juga: Sempat Redup Karena Pandemi, Kini Usaha Pizza Milik Dzulfanni Ramai Pembeli Berkat Lapak Ganjar
“Iya semakin diburu dan produksinya semakin kencang. Kalau bahan baku bambu cari di Purbalingga. Ambilnya harus tepat musimnya dan diendapkan selama satu sampai dua tahun agar kualitasnya bagus dan awet,” tuturnya.
Alat musik bambu, imbuh Tetra, digunakan untuk mengiringi kesenian tradisional, terutama di Karesidenan Banyumas, seperti Purbalingga, Banyumas, Banjarnegara dan Cilacap.
“Alat musik bambu utamanya kentongan, salah satu alat musik tradisional khas dari banyumasan meliputi purbalingga banyumas, banjarnegara, cilacap. Di sini juga biasanya ada festival kentongan,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

