Mahasiswa PGMI IAIN Kudus Angkat Legenda 1000 Candi Dalam Gebyar Kreativitas Seni

BETANEWS.ID, KUDUS – Sorak-sorai penonton menyambut penampilan mahasiswa-mahasiswi program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Kudus dalam Gebyar Kreativitas Seni (GKS) ke-7. Kegitan yang mengangkat tema Legenda 1000 Candi itu, digelar di GOR IAIN Kudus pada Senin (25/7/2022).

Sutradara Drama Legenda 1000 Candi Rizki Nuzulia (23) menjelaskan, pemilihan cerita legenda ini karena memiliki nilai dan makna yang luar biasa untuk disampaikan kepada penonton. Legeda 1000 Candi ini, menurutnya, sebuah legenda yang dikatakan sebagai sejarah kolektif.

Gebyar Kreativitas Seni yang digelar PGMI IAIN Kudus. Foto: Erna Safitri.

Baca juga: Nasib Suram Tembang Macapat dalam Pentas Layang Bandang Teater Apotek SMK Duta Karya

-Advertisement-

“Legeda 1000 Candi ini ialah sebuah legenda, yang mana merupakan sejarah kolektif. Maksudnya, sejarah yang mengalami distorsi karena seringkali dapat jauh berbeda dari kisah aslinya. Sejarah yang diceritakan dari mulut ke mulut, bahkan kita sendiri tidak tau siapa pengarangnya,” jelasnya.

Melalui tokoh dalam drama tersebut, yakni Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, dirinya ingin menegaskan bahwa hidup adalah proses. Yakni segala sesuatu tidak bisa didapatkan secara instan dan memerlukan proses untuk mencapai kesuksesan. Proses ini pula yang nantinya akan dilewati setiap diri, termasuk calon pencetak generasi seperti calon guru Madrasah Ibtidaiyah (MI).

“Mengangkat Legenda 1000 Candi ini, karena cerita legenda ini memiliki banyak hikmah yang luar biasa untuk disampaikan kepada penonton. Terutama, tentu kepada kita, agar menjadi bekal ketika menjadi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) nantinya. Ini bahwa proses selalu yang utama,”katanya

Kiki menyebut, dalam kelasnya sebanyak 39 mahasiswa, semuanya mendapatkan peran untuk bermain, termasuk dirinya yang menjadi Patih. Untuk bisa menyajikan drama dan tari, ia beserta temannya melakukan latihan selama dua bulan. Pada GKS ini, kelasnya mendapat predikat kelas terbaik oleh para dosen.

“Untuk menampilkan persembahan ini, kita latihan selama dua bulan. Selama itu pula, kita juga dibebankan pada tanggung jawab agar pesan kita bisa sampai pada penonton, Alhamdulillah dalam pertunjukan ini kami menjadi kelas dengan gelar terbaik dari penilaian para dosen,”ungkapnya.

Baca juga: Suarakan Hal Tabu dalam Masyarakat Lewat Pentas Teater Cantik itu Luka

Pementasan pada GKS ini, dilangsungkan dalam rangka mendapatkan sertifikat untuk surat keterangan pendamping ijazah, yakni syarat munaqosah (sidang). Meski begitu, ia berharap adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta pada budaya nusantara lewat kreativitas.

“Harapannya dari pentas ini kita semakin kreatif dan cinta pada budaya nusantara, baik dari tarian atau dari cerita yang banyak nilai dan hikmah,” tutupnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER