Kota Semarang Dapat Penghargaan Kota Terbaik di Indonesia

BETANEWS.ID, KUDUS – Kota Semarang mendapat penghargaan Kota Terbaik di Indonesia dari Universitas Indonesia (UI). Semarang berhasil mengungguli kota administrasi Jakarta Selatan, Kota Parepare, Kota Madiun, Kota Padang, dan Kota Kediri.

Anugerah tersebut berdasarkan UI Green Metric yang mencakup 6 variabel, yaitu penataan ruang, tata kelola air, tatak kelola sampah atau limbah, penggunaan energi terbarukan, manajerial akses mobilitas, dan tata pamong atau pemerintahan.

Ketua UI Green Metric Riri Fitri Sari menjelaskan, UI Green Metric tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kabupaten/kota terhadap keberlanjutan, tetapi juga mendorong seluruh masyarakat di dalamnya untuk turut mendukung segala bentuk upaya peningkatan wilayah hijau.

-Advertisement-

Baca juga: Wali Kota Semarang Berlakukan Hari Bebas Kendaraan, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Alami Kenaikan

“Semoga semangatnya terus menggema di kota dan kabupaten kita dan akan menjadi champion perubahan dan Indonesia akan semakin jaya,” katanya saat menyerahkan penghargaan tersebut di di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Selasa (20/7/2022).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengucapkan terima kasih atas apresiasi yang diberikan Universitas Indonesia kepada Kota Semarang. Dia yakin alam yang dinikmati hari ini bukanlah sebuah warisan, tetapi hanya titipan yang harus dirawat untuk anak, cucu, dan cicit.

“Saya sangat berterima kasih sekali atas apresiasi yang diberikan oleh Universitas Indonesia. Apresiasi ini bukan akhir dari rencana kita tapi adalah awal dari kegiatan pembangunan ke depannya,” kata Hendi.

Hendi memaparkan, pembangunan berwawasan lingkungan memang masuk menjadi satu dari lima misi pembangunan di pemerintahannya. Pihaknya pun memaparkan sesuai dengan variabel UI Greencity Metric, bahwa tata ruang dan infrastruktur berkelanjutan terus ditingkatkan di Kota Semarang, seperti penataan kawasan kumuh dengan adanya 104 kampung pertanian kota yang menghasilkan tanaman sayur dan buah yang bermanfaat untuk masyarakat di lahan sempit.

Baca juga: Dengan Kredit Wibawa, UMKM di Semarang Bisa Ambil Modal Berbunga Terendah di Indonesia

“Kita juga memperbanyak rumput vetiver untuk pencegahan tanah longsor dan setiap tahun harus ada perbaikan di minimal 5 RTH dengan mengembangkan tanah agar lebih bermanfaat,” lanjut Hendi.

Kemudian untuk energi dan iklim, lanjut Hendi, kini sudah ada 250 unit BRT yang menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG). Bahkan, 2022 ini sudah ada tiga Stasiun Pomba Bahan Bakar Gas (SPBG) untuk menyuplai gas.

“Tak hanya itu, ada juga mobil serta motor listrik, dan progam setiap Rabu untuk menggunakan angkutan umum,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER