Wali Kota Semarang Berlakukan Hari Bebas Kendaraan, Jumlah Penumpang Angkutan Umum Alami Kenaikan

BETANEWS.ID, SEMARANG – Selama bulan Juli 2022 ini, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menetapkan aturan kepada para ASN untuk tidak memakai kendaraan dinas dan pribadi ke lingkungan kantor.

Aturan tersebut, berlaku baik untuk lingkup Balai Kota Semarang maupun kantor dinas di luar balai kota hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Selanjutnya Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi ini memerintahkan jajarannya menggunakan transportasi umum maupun tranportasi online untuk menuju ke kantor maupun saat kunjungan.

-Advertisement-

Baca juga: Optimis 2023 Jadi Tahun Pertumbuhan Ekonomi, Wali Kota Semarang Fokus Pengembangan Pariwisata

Adanya progam tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan para pengemudi angkutan umum dan angkutan berbasis online.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang Bambang Pranoto Purnowo menyebut, sejak adanya progam tersebut, pendapatan pengemudi angkutan umum meningkat. Namun hanya sebatas bus angkot saja yang baru mengalami kenaikan.

“Dari teman-teman khususnya angkot, memang ada peningkatan penumpang, tapi kalau untuk taksi (konvensional) belum terdampak,” katanya.

Bambang menjelaskan, penyebab angkutan taksi konvensional belum terdampak, karena saat ini masyarakat lebih cenderung memilih taksi online. Sehingga ia berharap progam tersebut bisa merambak sampai ke sekolah hingga sudut perkotaan.

“Sampai sekarang taksi konvensional belum terdampak, mungkin karena sekarang banyak yang lebih berminat menggunakan taksi online. Tapi kita Organda tetap menyambut baik adanya progam bebas kendaraan pribadi,” ungkapnya.

Kemudian memgenai dampak peningkatan untuk angkot, Bambang menyampaikan ada kenaikan sampai 50 persen. Hal ini terlihat dari pendapatan yang diperoleh sopir angkot yang meningkat saat hari Rabu.

Baca juga: Wali Kota Semarang Gandeng PLN untuk Tingkatkan PAD

“Kalau dulu biasanya setiap hari Rabu sebelum ada progam, biasanya sehari sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 60 ribu. Tapi sekarang setelah ada progam, tiap hari Rabu bisa dapat Rp75 ribu sampai Rp 100 ribu itu, sudah dipotong setoran,” katanya.

Tidak hanya berjalan di bulan Juli saja, pihaknya berharap progam ini dapat dipatenkan dan ditingkatkan. Sehingga para pelaku transportasi angkutan umum pun bisa terbantu.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER