SEPUTARKUDUS.COM, WERGU WETAN – Sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) berseragam olahraga terlihat bersiap-siap untuk berlari di komplek GOR Bung Karno, Wergu Wetan Kudus. Mereka tampak mengenakan nomor dada. Saat aba-aba tanda mulai, mereka mulai berlari mengelili lapangan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Tes Kesehatan Jasmani (TKJ) kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan.

Setelah dua kali putaran, beberapa di antara mereka banyak yang terlihat ngos-ngosan. Ada yang tetap berlari pelan-pelan, ada pula yang memilih berjalan. Di antaranya wanita berkerudung dengan nomor dada 12. Dia bernama Indah Sriati, yang bekerja di Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Kudus (BPPKAD). “Haduh, ngos-ngosan saya,” tuturnya sambil melepas nomor dadanya, Sabtu 18/3/2017).
Sambil mencari minuman, dirinya mengaku hanya bisa berlari empat putaran yang seharusnya enam putaran. Menurutnya, tes kesehatan jasmani yang dilakukannya cukuplah mudah. Namun karena faktor usia dan kondisi badan, dirinya harus mengeluarkan tenaga ekstra, terutama saat berlari. “Berat badan saya 85 kilogram,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Koordinator Pengawasan TKJ Letda Arh Sujono menuturkan, dirinya bersama 15 anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0722 Kudus diminta Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Kudus untuk melakukan pendampingan peserta tes kesehatan jasmani kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan bagi para PNS di Kudus.
Menurutnya, kegiatan dilaksanakan dua hari sejak Jumat (17/3/2017). “Ini hari terakhir ada tujuh gelombang. Kemarin juga ada tujuh gelombang. Setiap gelombang terdapat 51 orang,” ungkapnya yang mengenakan baju merah.
Dalam kegiatan TKJ, PNS yang akan naik pangkat dan jabatannya berlari mengelilingi lapangan bola sejauh 2.400 meter selama enam kali putaran. Waktu yang ditentukan yakni 12 menit. Namun karena tes ini sifatnya hanya tambahan saja, tidak menjadi alat ukur utama dalam kenaikan pangkat dan jabatan. “Tes ini permintaan Bupati Kudus. Beliau ingin para PNS yang nantinya naik jabatan dipastikan sehat,” tuturnya.
Dia menjelaskan, sebelum berlari, para PNS dites tensi darahnya. Jika lebih dari 140 tidak disarankan untuk berlari, namun jika memilih berlari akan didampingi oleh anggota Kodim. Setelah itu, dilakukan senam peregangan sekitar 10 menit, agar otot-otot tidak kaku. Pihaknya juga sudah menyiapkan delapan ambulan jika sewaktu-waktu ada yang jatuh sakit.
“Ada delapan ambulan yang standby. Itu disiapkan untuk mengurangi resiko besar,” tambahnya yang sudah mendampingi tes kenaikan pangkat sebanyak empat kali.
Joko Triyono Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Kudus menuturkan, ada 690 PNS yang mengikuti tes TKJ kenaikan pangkat dan kenaikan jabatan. Menurutnya, kegiatan dilakukan dua hari, Jumat sejumlah 320 PNS dan Sabtu 370 PNS. Kegiatan yang dilakukan itu menurutnya hanya satu-satunya yang ada di Indonesia.
Dijelaskan, tes kesehatan diusulkan langsung oleh Bupati Kudus Musthofa. Bupati Kudus ingin setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu sehat terutama saat mereka naik pangkat dan jabatan. “Ini perhatian dari Bupati supaya para ASN dikondisi yang prima,” tuturnya.

