BETANEWS.ID, KUDUS – Di pelataran Oudetrap, Kota Lama Semarang, terlihat banyak warga yang sedang menyaksikan pertunjukan tari yang dipentaskan oleh anak-anak. Setiap gerakan yang diperagakan siang itu, seperti menghanyutkan para penonton yang sudah siap merekam untuk dipamerkan di media sosial.
Pentas tari itu merupakan acara pembuka pertunjukan Wayang On the Street yang dimulai pada pukul 20.30 WIB. Sesuai namanya, pementasan wayang orang itu menjadi bagian paling menarik dari beragam acara yang dipentaskan, Jumat (8/7/2022).

Ditemui usai pertunjukan, Art Direktor Wayang On the Street, Muhamad Haril Aljafar menjelaskan, kegiatan Wayang On the Sreet ini digelar setiap bulan, untuk menuju Festival Kota Lama yang akan dilaksanakan September 2022 mendatang.
Baca juga: Sediakan Properti untuk Foto di Kawasan Kota Lama, Wisatawan Boleh Bayar Seikhlasnya
“Pertunjukan Wayang On the Street juga sebagai upaya kita untuk mengenalkan wayang ke masyarakat sekaligus uri-uri budaya. Pertunjukan ini dibuka untuk umum dan gratis,” ujarnya.
Kemudian untuk pertunjukan kali ini, pihaknya mengangkat tema Kidung Indrakila. Tema ini menceritakan tentang pencarian jati diri seorang Arjuna di Gunung Indrakila.
“Sebenarnya cerita ini sudah lama, tapi kita mencoba mengemas menjadi pertunjukan yang bisa dinikmati berbagai generasi. Spesial kali ini kita juga melibatkan anak-anak dalam pertunjakannya untuk memperingati Hari Anak. Jadi kita berkolaborasi dengan anak-anak meskipun cerita aslinya tidak ada sebenarnya,” jelasnya.
Lalu untuk mempersiapkan pertunjukan ini, Haril mengaku membutuhkan waktu hingga tiga minggu. Penari yang ikut dalam pemenatasan malam ini pun cukup beragam, mulai dari Semarang, Solo, Yogyakarta, hingga Jawa Timur.
Baca juga: Studio Foto Legendaris di Kota Lama Ini Jadi Tempat Abadikan Cinta Sesaat ABK dan PSK
“Persiapannya sampai tiga minggu, tapi eksekusinya 10 hari. Untuk jumlah penari ada sekitar 25,” katanya.
Haril pun berharap, kegiatan Wayang On the Street ini bisa terus berlanjut, meski setelah Festival Kota Lama dilakukan.
“Harapannya sih setelah festival kota lama dilaksanakan, wayang on the street ini bisa terus dilakukan, karena kegiatan ini sangat positif dan sebagai bentuk nguri-nguri kebudayaan,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

