Mencari Keberkahan di Sendang Manis Kolokendang Peninggalan Kyai Raden Santri

BETANEWS.ID, MAGELANG – Rindangnya pepohonan yang berada di Sendang Manis Kolokendang, seperti memanjakan para pengunjung yang sedang berada di sana. Udara yang sejuk berpadu dengan air yang jernih, membuat mereka begitu menikmati mandi di sendang tersebut.

Sendang yang satu ini memang sudah sangat populer di kalangan para wisatawan religi, utamanya yang melakukan ziarah ke makam Kyai Raden Santri di Gunung Pring, Muntilan, Magelang. Sendang tersebut terdiri dari lima kolam. Kolam utama berukuran sekitar 5 x 10 meter, dan empat kolam lainnya berukuran lebih kecil. Tak jarang, masyarakat sekitar memanfaatkan air dari sendang untuk kebutuhan sehari-hari.

Sendang Manis Kolokendang Peninggalan Kyai Raden Santri di Gunung Pring, Muntilan. Foto: Budi Prasetyo.

Tokoh Masyarakat Kolokendang sekaligus ahli waris keluarga, Prang Buwono (58) menjelaskan, sejarah terbentuknya sedang manis berawal pada zaman Kyai Raden Santri melakukan siar agama Islam dan mendirikan masjid di desa tersebut.

-Advertisement-

Baca juga: Menguak Keunikan Candi Ngawen di Magelang, Candi Budha yang Dijaga 4 Singa Misterius

“Sekarang masjid dipindah ke Seloboro Kuncen. Waktu itu mindahnya saja dibuntel (dibungkus) kacu. Mungkin pas mau salat tidak ada air, terus Kyai Raden Santri nuncepke keris di sini. Terus muncullah air sampai sekarang dikenal dengan dengan nama petilasan Kyai Raden Santri Sendang Manis,” jelas Buwono.

Ia menjelakan, pada awalnya sendang manis aslinya hanya berada di pojok dan kecil. Namun sama orang tuanya diperbaiki dan dibuat permanen. Meski merupakan peninggalan Kyai Raden Santri, tapi dirinya mengaku belum pernah mengalami hal-hal yang unik maupun mistis.

“Selama ini saya belum pernah mengalami. Tapi kalau orang lain mungkin kalau mandi di sini bahaya banyak yang tunggu, tapi saya yang punya saja tidak pernah ditemui,”lanjut dia.

Sampai saat ini, Sendang Manis Kolokendang sering dikunjungi para wisatawan yang sedang ziarah ke makam Kyai Raden Santri.

“Banyak sekali wisatawan yang datang. Setiap malam Jumat, kalau malam sering ke sini ada yang mandi atau minta air. Ya semua itu kan kepercayaan. Jadi banyak sekali yang datang,” jelas Buwono.

Baca juga: Menyusuri Keindahan Alam di Tuksongo Magelang, Kampung di Kaki Bukit Menoreh

Menariknya, bukan hanya sebagai tujuan wisata, Sendang Manis Kolokendang juga pernah dimanfaatkan oleh PDAM untuk mencukupi kebutuhan air bersih di Magelang. Hal ini dikarenakan sendang itu tidak pernah kering.

“Selama saya di sini, sejak saya kecil sampai umur 58 tahun ya memang seperti ini, tidak pernah kering. Bahkan pada saat erupsi merapi tahun 2010, PDAM tidak bisa mengambil air karena sungai Pabelan dilanda banjir, mereka akhirnya setiap hariambil air di sini untuk memenuhi kebutuhan air bersih d Muntilan,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER