BETANEWS.ID, KUDUS – Area Manager Communication, Relations dan CSR Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Brasto Galih Nugroho menegaskan, pembelian bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dan Solar dengan menggunakan Aplikasi MyPertamina merupakan langkah pemerintah agar distribusi BBM bersubsidi bisa tepat sasaran.
“Bagi yang akan membeli BBM bersubsidi bisa mendaftar melalui website jika tidak ada aplikasi, nanti data yang dimasukan akan kami cocokkan dengan kendaraan yang dimiliki,” ujarnya, Kamis (30/6/2022).
Jika data yang diberikan sudah sesuai, lanjutnya, maka akan muncul QR Code yang bisa digunakan untuk membeli BBM bersubsidi. QR Code itu pun bisa ditunjukkan saat akan melakukan pembelian di SPBU.
Baca juga: Pertamina Pastikan Aman Gunakan Ponsel di SPBU
“QR Code itu juga bisa diprint lalu ditunjukkam kepada petugas SPBU yang berjaga,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, sasaran pembeli BBM jenis solar bersubsidi sudah diatur dalam Peraturan Presiden nomor 191 tahun 2014 dan Surat Keputusan (SK) Kepala BPH Migas nomor 4 tahun 2020. Sementara, kata Brasto, sasaran pembelian pertalite saat ini masih luas.
Pertamina, kata Brasto, baru akan mulai melakukan pendataan penerima BBM bersubsidi melalui platform Pertamina pada tanggal 1 Juli 2022. Selanjutnya, Pertamina akan melakukan percobaan pembelian BBM bersubsidi sesuai data yang ada dalam platform tersebut.
Baca juga: Sering Dapati Pertalite di SPBU Habis? Ini Ternyata Jatahnya untuk Kudus
“Saat ini belum diimplementasuikan di lapangan, kami masih akan lakukan percobaan di sejumlah wilayah,” ucapnya.
ia pun menambahkan, mulai tanggal 1 Juli 2022 Pertamina akan sediakan booth konsultasi yang berguna untuk melakukan konsultasi pembelian BBM.
“Booth konsultasi ini akan dibuka selama jam kantor yaitu mulai jam 9.00 WIB hingga 15.00 WIB,” tandas dia.
Editor: Ahmad Muhlisin

