Cerita Getir Masa Kecil Bupati Kudus, Usia 6 Tahun Sudah Bekerja Agar Bisa Makan

BETANEWS.ID, KUDUS – Waktu menunjukkan pukul 19.30 WIB. Suasana riang tampak di studio Podcast Zona Merah Beta Media saat seorang pria mengenakan switer berwarna hitam masuk ke sana. Pria tersebut tak lain adalah HM Hartopo, Bupati Kudus yang menjadi tamu Podcast Zona Merah.

Sejumlah kamera dari berbagai sisi langsung menyorot ke arah bupati dan host acara tersebut. Obrolan dimulai, setelah berjalan kurang lebih 10 menit, suasana mulai berubah saat Hartopo menceritakan masa kecilnya.

Baca juga: Kisah Taufiq Rintis Usaha Baki Lamaran Sejak SMA hingga Mampu Biayai Kuliah Sampai S2

-Advertisement-

Dengan mata berkaca-kaca dan suara terdengar melirih, Hartopo mengungkapkan bahwa sejak usia dua bulan ia dirawat oleh Budenya, di Desa Pasuruhan Lor, Jati, Kudus. Orang yang mengasuhnya merupakan seorang janda tidak punya rumah dan pekerjaan tetap.

“Bude saya itu janda tidak punya anak. Kerjanya ya kalau disuruh orang. Kalau tidak ada yang menyuruh ya tidak bisa makan. Di usia lima atau enam tahun saya sudah bekerja ikut menjemur kerupuk, dapat upah Rp 10 rupiah pada waktu itu,” ungkapnya.

Hartopo kecil bekerja mulai pukul 05.30 hingga pukul 07.00 WIB. Sehari makan sekali sudah biasa baginya. Saat memasuki usia tujuh tahun, Hartopo tidak bisa sekolah seperti teman-teman seusianya, lantaran tidak memiliki uang untuk biaya sekolah.

“Saya tanya kepada Bude, kenapa saya kok tidak sekolah? Tidak punya duit. Untuk makan saja seperti ini,” kata Hartopo dengan mata berkaca-kaca mengingat masa itu.

Karena keinginannya untuk bisa sekolah, di usianya delapan tahun Hartopo memberanikan diri mendaftar sekolah sendiri. Waktu itu, dia mendaftar sekolah tanpa sepengetahuan Budenya.

Baca juga: Kisah Jatuh Bangun Marjan, Juragan Ikan yang Pernah Bangkrut hingga Terlilit Utang

“Saya tanya syarat kalau mau daftar sekolah kepada pak guru. Pada waktu itu, Pak Pa’at almarhum. Saya ditanya, sudah punya surat kelahiran atau belum, kemudian disuruh minta ke Pak Modin Sunar dan akhirnya diberi surat kelahiran,” ungkap pria yang lahir di Getas Pejaten, Jati, Kudus itu.

Kemudian Hartopo diterima sekolah dasar (SD). Demi mencukupi kebutuhan, dia sekolah sambil bekerja. Tidak hanya menjemur kerupuk setiap pagi, pekerjaan apapun ia lakukan demi menyambung hidup.

Bersambung………………

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER