31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Kasus Covid-19 Meningkat, Ganjar Genjot Lagi Vaksin Booster di Jateng

BETANEWS.ID, SUKOHARJO – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta vaksinasi booster digenjot lagi, di tengah kasus Covid-19 di Indonesia yang kembali meningkat.

“Sekarang kita genjot lagi booster-nya karena ada varian baru yang insyaallah tidak seganas varian sebelumnya. Tapi kita tidak boleh lengah,” kata Ganjar usai meninjau vaksinasi booster untuk karyawan PT Batik Arjuna Cemerlang, Sukoharjo, Kamis (30/6/2022).

Menurut Ganjar, cakupan vaksinasi booster di Jawa Tengah saat ini mencapai 23,75 persen. Tiga  daerah tertinggi adalah Kota Surakarta 57,42 persen, Kota Semarang 50,14 persen, Kota Magelang 45,42 persen. Sementara daerah dengan cakupan terendah adalah Kabupaten Tegal 12,78 persen, Kabupaten Magelang 13,82 persen, dan Kabupaten Pemalang 14,88 persen.

-Advertisement-

Baca juga: Cek PPDB SMA di Temanggung, Ganjar Ingatkan Calon Siswa dan Orang Tua Soal Ini

“Total di Jawa Tengah 23,75 persen, wilayah Sukoharjo sendiri sudah 29,75 persen,” kata Ganjar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar. 

Target tersebut, menurut Ganjar masih terlalu rendah untuk Jawa Tengah. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Kesehatan untuk genjot lagi dan dikomunikasikan dengan kabupaten/kota agar vaksinasi booster bisa kita tingkatkan.

“Menurut saya masih terlalu rendah maka sekarang kenapa kita genjot lagi. Kemarin sudah diingatkan gitu oleh pemerintah pusat agar kita segera menyuntikkan vaksin booster. Sehingga nanti ya kegiatannya akan berjalan dengan normal,” katanya.

Ganjar mengatakan, jika vaksin booster tersebut terus berjalan baik, harapannya warga menjadi lebih kuat sehingga varian apa pun bisa ditangkal. Meski demikian, ia mengingatkan agar masyarakat tidak lepas kontrol, khususnya bagi diri sendiri.

Baca juga: Baru Dapat 76.500 Vaksin PMK, Ganjar Sebut Kebutuhan di Jateng Capai 6 Juta Dosis

“Tapi itu tidak bisa dilepas juga dari cara kita mengontrol diri. Umpama ada keramaian, ia pakai masker. Umpama yang lain juga, virus itu terkait daya tahan tubuh maka hidup sehat, hidup bersih sehat, olahraga, dan makan bergizi yang tidak harus mahal. Dengan cara itu insya allah bisa,” jelasnya. 

Menurut Ganjar, pola hidup sehat saat ini sudah cukup baik dan menjadi kebiasaan selama pandemi. Hal itu juga harus dijaga dengan baik dan jangan sampai lengah.

“Sekarang tradisi mencuci tangan itu menjadi kebiasaan. Orang pakai hand sanitizer, cuci tangan pakai sabun, kebiasaan itu kalau terus saja dilakukan akan membantu. Contohnya itu di depan pintu masuk ada tempat cuci tangan,” tutup Ganjar.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER