BETANEWS.ID, KLATEN – Program Puskesmas Juwiring, Kabupaten Klaten dalam menurunkan angka stunting dapat apresiasi dari banyak pihak. Pasalnya, inovasi bernama Juwita 1000 Harta itu mampu menurunkan stunting dari 13,38 persen menjadi 6,3 persen.
Nutrisionis Puskesmas Juwiring, Sri Sugiyanti menjelaskan, Juwita 1000 Harta merupakan singkatan dari Juwiring Tanggap 1000 Hari Pertama Kehidupan. Selaian mengatasi stunting, program yang dimulai 2013 lalu itu juga fokus menurunkan bayi berat lahir rendah dan mengurangi resiko kematian ibu dan bayi.
Sistem kerja inovasi Juwita 1000 Harta, papar Sugiyanti, dengan membentuk Kampung Juwita di 19 desa yang ada di Kecamatan Juwiring. Tujuannya adalah mengawal dan memberi edukasi mulai dari remaja, pra nikah atau calon pengantin, kelas ibu hamil, hingga melahirkan 1000 hari pertama kehidupan.
Baca juga: 540 Ribu Anak di Jateng Kena Stunting, Wonosobo dan Brebes Jadi Sorotan
“Kegiatannya memberi tablet penambah darah kepada remaja putri, edukasi pra nikah, berkunjung ke ibu hamil untuk menskrining. Jika ada resiko, maka akan dilakukan pengawalan di tingkat atas seperti puskesmas ata ke rumah sakit. Selain itu, juga ada kegiatan demo pemberian makan bayi yang sehat baik ASI eksklusif maupun setelahnya,” jelasnya.
Sugiyati membeberkan, keberhasilan program tersebut meliputi, angka stunting dari 13,38 persen turun menjadi 6,3 persen, ibu Hamil KEK yang mulanya 19,38 persen turun menjadi 17,6 persen, Bayi Berat Lahir Rendah dari 7,8 persen jadi 6,13 persen, kesadaran ASI Eksklusif dari 74,79 persen naik menjadi 85,81 persen, serta kesadaran Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dari 88,46 persen jadi 95,01 persen.
“Angka kematian bayi lahir juga turun, yang awalnya 4 kasus, sekarang hanya 1 kasus,” imbuhnya.
Baca juga: Genjot Penurunan Angka Stunting di Jateng, Ganjar Bentuk Tim Khusus
Ia berharap, Juwita 1000 Harta mampu menginspirasi daerah lain untuk mendukung program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng dalam mengurangi angka stunting, kematian ibu dan bayi.
“Harapannya di daerah lain juga dapat membuat inovasi-inovasi untuk mendukung program dari Pemprov Jateng,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

