PAD dari Sektor Wisata di Pati Tahun Ini Ditarget Rp 283 Juta

BETANEWS.ID, PATI – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati mencatat, setidaknya ada 38 tempat wisata di Pati yang telah diinventarisir. Dari puluhan tempat wisata tersebut, 4 di antaranya, tiap tahunnya menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pati paling besar. Di antaranya adalah wisata Waduk Gunungrowo, Kecamatan Gembong dan Goa Pancur, Kecamatan Kayen.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinporapar Pati Ida Istiani mengungkapkan, PAD wisata tahun 2022 ditargetkan mencapai Rp 283 juta. Sampai akhir bulan Mei 2022, sudah tercapai Rp 136 juta lebih atau sekitar 48,1 persen. Dalam suasana pandemi Covid-19 yang mulai reda seperti saat ini, pihaknya berharap PAD wisata mampu naik.

Salah satu destinasi wisata yang ada di Pati yaitu di Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal. Foto: Ahmad Muhlisin.

Baca juga: Kemenparekraf Tertarik Kembangkan Dua Destinasi Wisata di Pati

-Advertisement-

“Seperti di Goa Pancur sendiri, sampai akhir Mei kemarin sudah mecapai Rp 18 juta dari target kita Rp 20 juta. Harapannya memang ada kenaikan (PAD wisata) di Goa Pancur tersebut. Selain itu, harapannya capaian PAD tahun ini bisa naik dari target yang tertulis. Kami akan berusaha semaksimal mungkin,” ungkapnya saat dimintai keterangan, Kamis (9/6/2022).

Lebih lanjut, Ida mejelaskan, bahwa kenaikan PAD didorong banyaknya wisatawan yang datang. Untuk itu, Dinporapar pun berusaha maksimal melakukan promosi agar orang-orang datang ke objek wisata di Pati.

“Kita terus promosi, mengajak semua elemen masyarakat untuk berwisata di kota sendiri. Staycation, tetap vacation (liburan) tapi tetap stay di kota sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengungkapkan, akan mengembangkan potensi wisata yang ada di Kabupaten Pati. Bila sebelumnya ada 12 desa wisata yang telah ditetapkan, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat untuk ikut aktif mengembangkan wisata.

“Dengan harapan, masyarakat berperan aktif dalam pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata di desanya. Seperti kuliner, seni budaya, produk khas desa, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan yang akhirnya memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” jelas Haryanto.

Baca juga: Pantai Kertomulyo, Wisata Edukasi Pelestarian Mangrove di Pati Utara

Kerja sama dengan stakeholder lokal pun akan dilakukan dalam hal pembinaan dan pengembangan wisata. Misalnya saja yang sudah dilakukan dengan CSR Bank Jateng melalui pembinaan desa wisata dan pameran produk-produk ekonomi kreatif Kabupaten Pati.

“Hal ini menjadi embrio mencari investor-investor lain untuk diajak mengembangkan wisata di Pati,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER