BETANEWS.ID, PATI – Dinas Pertanian Kabupaten Pati mencatat ada lebih 200 ternak yang suspek penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari jumlah tersebut, 11 sampel yang diuji laboratorium dinyatakan positif PMK.
Kabid Peternakan pada Dinas Pertanian Pati Andi Hirawadi menyebut ada dua ratus lebih penyakit yang menyerang hewan ternak di Pati menyerupai PMK. Kasus itu pun mulai merata di seluruh kecamatan.
“Dari hasil laboratorium, ada 11 sampel yang kami kirimkan positif PMK. Sampel tersebut berasal dari Sukolilo dan Gabus,” jelasnya saat dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (2/6/2022).
Baca juga: 5 Pasar Hewan di Pati Ditutup Mulai Hari Ini, Ada Beberapa Pedagang yang Kecele
Sebagian besar, ungkap Andi, hewan ternak yang suspek PMK dinyatakan sembuh. Hal ini tak lepas dari langkah cepat Dinas Pertanian dalam memberikan pengobatan pada hewan.
“Petugas kita di lapangan, dokter hewan, mantri hewan terus melakukan pengobatan,” ucapnya.
Dalam mengobati hewan ternak, dilakukan dengan sistem panggilan. Dokter hewan akan datang ke tempat peternak yang akan diobati. Tidak bisa sembarang masuk ke kandang, sebab ditakutkan petugas yang pindah-pindah memberikan pengobatan, malah membawa virus yang dapat menyebar ke hewan lainnya.
“Jadi fokus satu kandang, terus petugas pulang, ganti baju, baru ke kandang lain lagi,” ungkapnya.
Baca juga: Cegah Penularan PMK, 4 Pasar Hewan di Pati Ditutup Selama Dua Pekan
Di samping itu, sebagai langkah mengantisipasi penyebaran penyakit PMK, Dinas Pertanian juga menutup lima pasar hewan, yakni Pasar Wage, Winong, Tayu, Jaken, dan Wedarijaksa selama dua pekan dari Kamis (2/6/2022) hingga Kamis (16/6/2022).
Langkah ini pun bertujuan agar petugas dari Dispertan bisa lebih fokus menangani hewan ternak yang suspek PMK.
“Di pasar nanti akan dilakukan penyemprotan disinfektan untuk sterilisasi tempat,” tandasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

