BETANEWS.ID, PATI – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Pati akan menutup empat lokasi pasar hewan di wilayah Pati selama dua pekan. Yakni, Pasar Hewan Winong 2, Pasar Wage Margorejo, Pasar Wedarijaksa dan Pasar Hewan Tayu Kulon.
Kepala Disperindag Kabupaten Pati Hadi Santosa mengatakan, penutupan pasar hewan akan dilakukan mulai Kamis (2/6/2022) besok hingga Kamis (16/6/2022). Penutupan itu, sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Seperti sapi, kerbau dan kambing.
Baca juga : Antisipasi Penyebaran PMK, Dispertan Kudus Lakukan Pengawasan dan Tracking Hewan Ternak dari Jatim
“Ini hasil koordinasi kami dengan Dinas Pertanian dan Peternakan yang sudah kami laporkan ke Pak Bupati dan Wakil Bupati. Betul, memang akan ada penutupan pasar mulai besok,” ungkapnya saat dimintai keterangan lewat sambungan telepon, Rabu (1/6/2022).
Penyakit PMK ini, menurut Hadi memang patut diwaspadai. Apalagi dari pantauannya, banyak hewan yang diperjualbelikan di pasar hewan di Pati, berasal dari kabupaten-kabupaten tetangga. Di antaranya, Blora, Rembang dan Grobogan.
“Dari pantauan kami, jual beli hewan di Pati saat Pasaran Minggu kemarin itu banyak dari Blora, Rembang, Grobogan yang masuk ke Pati. Kami khawatir, hewan ternak (positif PMK) masuk ke Pati dan diperjualbelikan di pasar hewan. Jadi kami putuskan untuk ditutup sementara (pasar) selama dua minggu,” jelasnya.
Selama penutupan itu, lokasi pasar hewan akan disemprot menggunakan disinfektan. Tujuannya untuk mensterilkan lokasi tempat jual beli hewan ternak dari indikator penyebaran penyakit PMK.
Hadi menyebut jangka waktu penutupan itu, disamakan dengan masa inkubasi penyakit PMK. Sehingga sesuai dengan arahan Dispertan, sterilisasi pasar hewan memang harus dilakukan selama dua pekan.
Baca juga : Meski Ada PMK, Peternak Kerbau di Kudus Ini Justru Kewalahan Layani Orderan Hewan Kurban
Sementara itu, sosialisasi terkait rencana ini pun dikatakan Hadi sudah sejak pekan kemarin. Pedagang sudah mengetahui rencana penutupan pasar hewan sejak minggu kemarin, namun diundur seminggu kemudian. Kendati demikian, surat pemberitahuan resminya baru disebarluaskan kemarin.
“Jadi pedagang sudah pada tahu kalau pasar akan ditutup mulai besok. Kami tetap berharap penyakit ini bisa segera berakhir. Sehingga, pedagang bisa kembali berdagang dengan nyaman seperti biasanya,” tandasnya.
Editor : Kholistiono

