BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang perempuan terlihat sibuk di ruang tamu rumahnya yang berada di Desa Ploso RT 3 RW 5, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Perempuan tersebut terlihat menancapkan berbagai jajan untuk dijadikan buket. Di sampingnya, aneka buket cantik juga tampak terpajang di etalase menunggu jemputan pemesannya.
Beberapa tahun terakhir perempuan bernama Rikka Budiharti (40) itu memang ikut kebanjiran orderan di tengah trend buket dijadikan hadiah yang mewabah di masyarakat.
“Saya sendiri menekuni usaha pembuatan aneka buket sejak 2018. Pada waktu itu ada seorang teman minta tolong untuk dibikinkan snack art, tapi setelah itu temanku pesan lagi buket jajan,” ujar owner Saiqa Craft itu kepada Betanews.id, Kamis (19/5/2022).
Baca juga: Modal Nekat Belajar dari YouTube, Sashie Kini Mampu Raup Banyak Cuan dari Buket
Dari pesanan itu, ibu satu anak itu kemudian mengunggahnya ke berbagai media sosialnya, seperti story WhatsAap, Instagram, dan Facebook.
“Ternyata, dari situ order pun kemudian berdatangan. Tidak hanya buket jajan, tapi juga ada buket uang, buket balon, buket kosmetik, dan lainnya,” beber Rikka.
Menurutnya, aneka buket itu biasanya dijadikan untuk hadiah berbagai momen, di antaranya wisuda, ulang tahun, dan anniversary pernikahan. Dari ramainya orderan itu, dalam sebulan, dirinya bisa menerima 20 pesanan. Bahkan saat ada momen wisuda bisa jauh lebih banyak lagi.
“Untuk harga buket mulai Rp50 ribu hingga Rp400 ribu. Harga tergantung isi jajanan dan uang. Saya juga melayani pembuatan buket sesuai budget pelanggan,” tuturnya.
Dia mengatakan, keterampilan membuat buket dipelajarinya secara otodidak. Ia pernah melihat orang bikin buket dan langsung menirunya dan bisa. Kemudian keterampilan itu dikembangkannya dengan melihat referensi dari YouTube.
Baca juga: Rutin Promosi di Medsos, Cara Ampuh Riana Tarik Minat Banyak Pembeli Souvenir Frame dan Buket
Proses membuat buket juga cukup cepat, yakni membutuhkan waktu setengah saja. Namun jika buketnya besar butuh waktu lebih lama.
“Saya pernah bikin buket uang 100 lembar itu butuh waktu sehari untuk menyelesaikannya. Untuk pembuatan buket uang biasanya pakai uang asli, karena permintaan pelanggan seperti itu,” ungkapnya.
Dia menuturkan, selama ini pemesan buket tidak hanya orang Kudus saja. Ada pemesan dari Pati, Jepara serta Semarang. Pemesanan bisa melalui Whatsapp di nomor 0852 2514 3858.
“Harapannya buket bikinanku ini makin diminati. Makin laris dan bisa menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Rikka.
Editor: Ahmad Muhlisin

