Ada Warganya yang Tinggal di Gubuk, Kades Setrokalangan Sebut Sudah Siapkan BLT

BETANEWS.ID, KUDUS – Kepala Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Didik Handono memberikan tanggapannya terkait seorang warganya yang tinggal di gubuk sepetak. Ditemui di balai desa setempat, Didik menyebut warganya yang bernama Amir (67) yang bertempat tinggal di Dukuh Kalangan tersebut lancar menerima bantuan. Khususnya, bantuan langsung tunai (BLT) yang jumlahnya Rp 300 ribu tiap bulannya.

“Desa sudah memberikan BLT dan lain-lain untuk beliau. Kalau untuk bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) masih proses di DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial),” kata Didik, Selasa (17/5/2022).

Didik Handono, Kades Setrokalangan. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Kisah Pilu Kakek Renta di Kudus yang Sudah Dua Tahun Tinggal di Gubuk

-Advertisement-

Pihaknya menceritakan, Amir sudah tinggal di gubuknya sejak awal tahun 2020. Saat mengalami kecelakaan, Amir dibantu pihak desa mendatangi rumah anaknya. Namun anak Amir disebut menolak untuk merawat Amir, sehingga pihak desa bersama saudaranya membuatkan gubuk sepetak untuk tempat beristirahat. Memanfaatkan tanah desa yang masih kosong, dibuatkan lah gubuk berukuran sekitar 2×1,5 meter.

“Desa sebenarnya sudah mau mengusulkan bantuan RTLH (rumah tak layak huni), tapi karena tanahnya tanah desa, jadi kami terkendala di situ,” ungkap Didik.

Selama ini, lanjut Didik, pihak desa sudah berusaha bermediasi dengan anak Amir yang tinggal di Desa Setrokalangan. Namun pihak anaknya tersebut kekeuh menolak merawat ayahnya tersebut. Alasannya, karena mereka kecewa selama hidup Amir tak peduli dengan anak-anaknya. Lebih mementingkan kerja sebagai tukang becak dan hidup di jalanan.

“Desa sudah pendekatan dengan anaknya. Tapi malah anaknya tidak terima. Dulu juga sempat ingin dibuatkan rumah di tanah dekat anaknya, tapi anaknya tidak mau. Jadi sekarang ya memang tinggal sendiri di tanah dekat masjid,” ungkap Didik.

Baca juga : Kisah Pilu Warga Gondangmanis Tinggal di Rumah Rusak Parah, Setiap Hujan Takut Runtuh

Didik juga menceritakan, Amir yang sekarang susah untuk berjalan, mengandalkan belas kasihan orang-orang terdekat untuk kebutuhan sehari-hari. Makan dan minum biasanya diberikan saudara dan orang-orang di dekat gubuknya.

“Yang memberi makan biasanya tetangga sekitar. Kadang juga kalau bertemu, saya beri uang,” ceritanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER