31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Hartopo Sebut Kenaikan Harga Sembako Jelang Lebaran Adalah Hal Lumrah

BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Kudus mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Seperti halnya di Pasar Brayung yang berada di Desa Kesambi, Kecamatan Mejobo, Kudus.

Bupati Kudus HM Hartopo bersama Dinas Perdagangan (Disdag) yang melakukan sidak ke Pasar Brayung mendapati sejumlah harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan.

“Operasi pasar ini terkait harga dan kelangkaan barang. Minyak goreng tidak langka, tapi ada beberapa sembako yang mengalami kenaikan harga secara signifikan,” kata Hartopo, Kamis (21/4/2022).

-Advertisement-
Aktivitas pedagang di Pasar Brayung Kudus. Foto: Nila Rustiyani.

Baca juga : Sidak ke Pasar Brayung, Bupati Kudus Dapati Harga Daging Ayam Naik Hingga 35 Persen

Dari hasil pantauan di Pasar Brayung, Hartopo menyebut, bawang putih dan kemiri naik hingga 25 persen, yakni dari Rp 30 ribu jadi Rp 34 ribu per kilogram.

Sedangkan daging ayam broiler, kenaikannya menembus 35 persen. Dari biasanya Rp 26-28 ribu, kini jadi Rp 40 ribu per kilogram. Kemudian daging ayam kampung naik Rp 20 ribu. Yakni, dari harga awal Rp 60 ribu menjadi Rp 80 ribu.

Kenaikan harga ini menurut Hartopo merupakan hal yang lumrah menjelang Lebaran. Di masyarakat Indonesia, katanya, ada seperti tradisi dari dahulu yang biasa terjadi, yaitu menjelang Lebaran, pedagang akan ‘mremo’ barang jualannya. Yakni, menaikkan harga jual bahan-bahan kebutuhan hari raya nantinya.

“Harga daging ayam memang naik. Tapi habis hari raya pun bisa naik turun lagi. Menjelang hari raya memang seperti tradisi dari dulu, ‘mremo’. Kebutuhan hari raya pasti naik,” terangnya.

Kendati demikian, Hartopo tetap meminta kepada Disdag agar mampu menekan harga sembako di pasar tradisional. Orang nomor satu di Kudus itu menyadari, bahwa pedagang Pasar Brayung, kulakukan barang dari Pasar Bitingan Kudus.

Untuk itu, pihaknya berharap Disdag mampu berkoordinasi agar pedagang di Pasar Bitingan bisa menekan harga jual ke pengecer. Begitupun pihak distributor, diharapkan bisa menekan harga sembako agar tidak menjual barang terlalu tinggi.

“Supaya pengecer seperti di Pasar Brayung ini tidak menjual barang terlalu mahal ke pembeli,” pinta Hartopo.

Selain itu, di Pasar Brayung, Hartopo juga mengecek makanan dan minuman yang dijual untuk memastikan bahwa barang yang dijual tidak kedaluwarsa.

Baca juga : Warga Megawon Geruduk Operasi Pasar Minyak Goreng Curah Harga Rp14 Ribu

Dari sidaknya, tidak ditemukan makanan dan minuman yang kedaluwarsa. Rata-rata semuanya akan masa kedaluwarsa sampai tahun 2023. Meski demikian, pihaknya pun mewanti-wanti kepada pedagang dan pembeli untuk lebih jeli menjual maupun membeli barang.

“Jangan sampai, sudah sampai masa expired dijual, harus dipastikan laku tahun ini,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER