31 C
Kudus
Kamis, Februari 12, 2026

Jelang Ramadan, Makam Tokoh Pendiri Kota Semarang Mulai Ramai Didatangi Peziarah

BETANEWS.ID, SEMARANG – Mendekati bulan Ramadan, makam Ki Ageng Pandanaran yang merupakan pendiri Kota Semarang mulai ramai didatangi para peziarah.

Makam Ki Ageng Pandanaran terletak di daerah perbukitan Jalan Mugas Dalam II Nomor 6, Kelurahan Mugassari.

Makam seorang tokoh Kota Semarang itu, kerap menjadi jujugan para peziarah dari berbagai daerah menjelang bulan suci Ramadan.

-Advertisement-

Baca juga : Jelang HUT, Hendi Ajak Para Pejabat Ziarah ke Makam Leluhur Kota Semarang

Juru kunci ketiga makam Ki Ageng Pandanaran, Suwarno (55) mengatakan, setiap jelang Ramadan, warga yang ziarah ke makam tersebut jumlahnya pasti naik. “Ini kadang itu full satu ruangan,” jelasnya saat ditemui di lokasi, Rabu (23/3/2022).

Yang datang untuk berziarah tak hanya dari Kota Semarang saja, melainkan dari berbagai daerah juga. Biasanya, peziarah yang datang dari luar rombongan menggunakan bus.

“Pernah empat bus dari Tegal, jadi di sini ramai banget,”paparnya.

Selain ke makam Ki Ageng Pandanaran, para peziarah juga mendatangi makam keluarga Ki Ageng Pandanaran yang berada di lokasi yang sama.

“Ini sebenarnya adalah makam komplek keluarga Ki Ageng Pandanaran. Jadi di sini ada keluarganya juga, mulai dari istri sampai anaknya,”imbuhnya.

Setiap jelang Ramadan, para tokoh katanya juga sering berziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran, salah satunya adalah Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

“Kemarin Pak Hendi ke sini bawa rombongan. Setelah itu dia juga pergi ke Sunan Bayat anak Ki Ageng Pandanaran,” paparnya.

Lebih lanjut, Suwarno mengungkapkan, banyak warga yang datang untuk berziarah juga ngalap berkah dengan mengambil air yang bersumber dari dalam makam.

Menurutnya, air yang diambil oleh peziarah digunakan untuk acara siraman sebelum pernikahan hingga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit.

Baca juga : Kisah Ong Keng Hong, Penyebar Islam yang Dimakamkan di Klenteng Sam Poo Kong

“Ada juga yang datang ke sini untuk minta air dibuat acara siraman atau buat kesembuhan,” tutur Suwarno.

Suwarno menjelaskan, Ki Ageng Pandanaran merupakan seorang yang melakukan babat alas hingga terbentuknya Kota Semarang. Ia merupakan cucu dari Pangeran Sebrang Lor, sultan kedua dari Kesultanan Demak.

“Itu ceritanya turun temurun dari Mbah Buyut,”

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER