BETANEWS.ID, SOLO – Di bawah teriknya sinar matahari, tampak puluhan orang membawa jeriken berada di depan salah satu toko yang berada di sebelah selatan Pasar Legi, Solo. Mereka yang datang sejak pagi tersebut, rela mengantre berjam-jam untuk bisa mendapatkan minyak goreng curah dari Toko Nugroho yang ditunjuk untuk mendistribusikan minyak goreng curah subsidi.
Salah satu warga bernama Mirta Aulia (25) mengaku, sudah mengantre sejak pukul 07.00 WIB pagi. Namun, hingga pukul 10.50 WIB, ia tak kunjung juga mendapatkan minyak goreng curah subsidi itu.

Baca juga : Kritik Pedas Ganjar ke Kemendag Soal Minyak Goreng: ‘Saya Malu, Kita Seperti Tikus Mati di Lumbung Padi’
“Aku dateng ke sini jam 7, dapat antrean nomor 40, padahal biasaya kalau aku jam 6, nyampe itu aku nomor 1 nomor 2, sekarang udah nomor 40. Kemarin aku ngantre jam 10, jam 2 siang kan sudah tutup, jadi aku ngantri 4 sampai 5 jam itu nggak dapet,” ucapnya, Rabu (23/3/2022).
Ia juga memberikan saran agar tidak terjadi antrean panjang seperti itu.
“Saya saran aja ya, biar nggak berkerumun kayak gini. Mending ngumpulin KTP, terus ngumpulin catetan. Terus ini (jeriken) nya dikasih lebel pakai kabel pis yang disambung or something, yang bisa diketahui ‘oh ini jerikennya ini’, so nggak ada kerumunan dan orang-orang bisa ngerjain hal lain,” ujarnya.
Kepada Betanews.id, mandor di toko tersebut, yaitu Watik (47) mengungkapkan, pembeli yang mengantre banyak datang dari pagi hari. Menurutnya, setiap stok minyak goreng curah datang, pasti banyak yang mengantre.
Dikatakan Watik, antrean tersebut terjadi mulai dari pukul 05.00 WIB hingga stok minyak pada hari itu sudah habis, yakni sekitar pukul 14.00 WIB.
Menurutnya, stok minyak subsidi yang disediakan tidak terlalu banyak. Namun, atrean tersebut sudah terjadi sejak kurang lebih tiga pekan lalu.
“Pasokan kita bongkar sampai habisnya berapa, kalau habis ya minta lagi. 12 ribu ton, rata-rata habis satu hari,” ucapnya.
Watik menjelaskan, bahwa pembeli juga diwajibkan untuk membeli bahan pokok lainnya agar bisa mendapakan minyak goreng. Kendati demikian, ia mengatakan, bahwa tidak ada batasan jumlah minyak goreng curah bagi pembeli.
Baca juga : Semangat Datangi Operasi Pasar Minyak Goreng, Warga Ini Kecewa Karena Ternyata Pakai Kupon
“Gandengannya tergantung pembeli mintanya apa, gula atau tepung. Minyak, kalau 1 jeriken, gandumnya 1 sak. Jadi dijual satu jeriken bisa gandum tepung atau gula. Kalau beli minyak terus, antreannya minta ampun, produk kita gak laku no,” ujarnya.
Tak hanya di situ saja, masyarakat yang hendak membeli minyak goreng curah subsidi tersebut juga diwajibkan untuk mengumpulkan fotokopi KTP.
“Persyaratan fotokopi KTP untuk laporan. Kalau di pasaran Rp16,5 ribu sampai Rp 17 ribu. Kemarin Rp 15,4 ribu, ini turun. Harga minyak Rp 15,3 ribu per kilogram yang subsidi,” kata Watik.
Editor : Kholistiono

