2,5 Bulan Dishub Kudus Baru Kantongi Rp 70 Juta dari Retribusi Parkir, Sekdis: ‘Harusnya Setiap Bulan Rp 80 Juta’

BETANEWS.ID, KUDUS – Hingga pertengan Maret ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus mengantongi Rp 70 juta dari retribusi parkir. Kepala Dishub Kudus Catur Sulistiyanto melalui Sekretaris Dishub Putut Sri Kuncoro menyebut, hasil tersebut masih jauh dari target Rp 80 juta setiap bulannya.

Setidaknya, Dishub menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) parkir tahun 2022 sebesar Rp 2,03 miliar. Jumlah tersebut, berasal dari parkir umum tepi jalan sekitar Rp 1,058 miliar dan parkir khusus sekitar Rp 982 juta.

Baca juga : Masuk Balai Jagong Kudus Kini Ditarik Retribusi Parkir

-Advertisement-

“Ini baru terealisasi 7 persen tiap bulan. Target kita rata-rata mencapai 10 persen tiap bulannya, biar di akhir tahun tidak berat mencapai target PAD. Harusnya setiap bulan ada pemasukan Rp 80 juta, tapi ini baru Rp 70 juta dalam dua setengah bulan terakhir,” jelasnya saat ditemui di ruangannya, Selasa (22/3/2022).

Keadaan ini, ungkap Putut, disebabkan banyaknya toko-toko yang tutup akibat pandemi Covid-19 di Kudus. Sehingga pendapatan dari parkir tersendat.

Total, kata Putut, Kudus memiliki 38 ruas jalan umum yang terdapat lahan parkir dikelola oleh Dishub Kudus, dengan sekitar 210 titik parkir yang ada.

Dengan 158 juru parkir yang bekerja, setidaknya rata-rata tiap harinya Rp 15 ribu diserahkan kepada Dishub Kudus. Dimungkinkan, setelah pandemi Covid-19 di Kudus mulai mereda, pendapatan parkir diharapkan bisa semakin naik.

“Sistem kita jemput bola ke titik-titik parkir. Kalau juru parkir menyerahkan ke Dishub kadang malas, jadi kita jemput langsung ke lokasi,” ucapnya.

Baca juga : Tukang Parkir Pun Mengeluh Akibat Penyekatan, Siswo: ‘Sekarang Bisa Dapat Rp 35 Ribu Sudah Bagus’

Di samping itu, demi memaksimalkan pendapatan dari parkir, Dishub Kudus berencana menerapkan sistem elektronik parkir atau E-parking. Di mana saat mau membayar parkir, pengendara sepeda motor ataupun mobil tinggal scan QR Code yang dimiliki juru parkir, seperti yang sudah mulai diterapkan di Kota Semarang.

“Tapi itu masih perlu banyak kajian lagi. Perlu komunikasi, koordinasi, belajar lagi kita ke Semarang. Jadi dari hasil kunjungan kita terakhir, masih banyak yang perlu kita pelajari hingga Kudus benar-benar siap menerapkan E-parking,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER