31 C
Kudus
Senin, Januari 26, 2026

Tukang Parkir Pun Mengeluh Akibat Penyekatan, Siswo: ‘Sekarang Bisa Dapat Rp 35 Ribu Sudah Bagus’

BETANEWS.ID, KUDUS – Di bawah terik Sang Surya, tampak dua pria beberapa kali meniup peluit yang menempel di mulutnya. Sembari mengarahkan beberapa pengendara yang akan parkir di samping titik penyekatan di Perempatan Traffic Light Pekojan, Jalan Sunan Kudus. Dua pria tersebut yakni para juru parkir yang mengaku hidupnya makin sulit sejak banyak penyekatan jalan di Kudus.

Adi, satu di antara juru parkir tersebut menuturkan, sejak ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat se-Jawa dan Bali, di Kudus banyak penyekatan jalan. Tidak hanya di pintu masuk Kabupaten Kudus, tapi penutupan jalan juga terjadi di jalan – jalan perkotaan. Hal tersebut mengakibatkan penghasilannya turun drastis.

Baca juga : Tak Ada Penjagaan, Penyekatan Jalan di Kudus Banyak yang Diterobos

-Advertisement-

“Bagaimana tidak turun penghasilan saya. Kendaraan tidak bisa parkir di depan toko yang saya parkiri,” ujar Adi kepada Betanews, Jumat (9/7/2021).

Warga Desa Demaan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus tersebut mengungkapkan, sebelum ada penyekatan, hasil kerja jadi juru parkir ia bisa mengantongi uang Rp 70 ribu sehari. Namun, sejak ada penyekatan jalan, penghasilan seharinya turun jadi Rp 40 ribu.

“Kalau dulu sebelum ada penyekatan, berapapun kendaraan yang parkir di depan toko yang saya parkiri hasilnya saya kantongi sendiri. Sekarang kan parkirnya jadi satu di titik penyekatan, sehingga hasilnya harus dibagi rata,” beber Adi yang biasanya dulu juru parkir di Apotik 39.

Padahal kata dia, selain untuk kebutuhan sehari – hari, penghasilannya juga untuk biaya sekolah tiga anaknya. Menurutnya, saat ini dua anaknya sekolah di SMK dan yang ragil masih SMP. Kalau, keadaan seperti ini terus bagaimana ia mencukupi kebutuhan keluarga.

“Harapan saya, penyekatan jalan ini segera berakhir. Sehingga saya bisa bekerja seperti sedia kala,” harap Adi.

Baca juga : Lihat Jalan Masuk ke Kudus Ditutup Water Barrier, Perempuan Asal Demak ini Kebingungan

Hal yang sama juga dirasakan tukang parkir lainnya yakni Siswo (31). Dia menuturkan, sejak ada penyekatan jalan, penghasilannya turun drastis. Orang yang parkir tidak sebanyak dulu. Bahkan penghasilannya berkurang hingga 50 persen.

“Meski pandemi saya dulu bisa dapat uang Rp 70 ribu sehari. Sekarang bisa dapat Rp 35 ribu sudah bagus,” ujar Siswo yang mengaku beroperasi mulai pukul 08.30 sampai pukul 15.00 WIB.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER