BETANEWS.ID, KUDUS – Di halaman samping Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Kudus, terlihat beberapa warga tengah belajar menari. Warga dari berbagai umur itu tampak mengikuti arahan dari satu orang yang berada di depan barisan. Mereka rupanya sedang mengikuti kelas menari yang diadakan secara gratis di sana.
Kasi Pengelolaan Pustaka pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kudus, Ninik Mustikawati menjelaskan, Kegiatan ini adalah salah satu kelas yangjadi progam inklusi sosial.
“Di perpusda ini kan banyak sekali kelas-kelas yang merupakan bagian dari progam inklusi sosial. Nah salah satu kelas terbaru yang kita buka adalah kelas menari,” ucapnya, Rabu (16/03/22).
Baca juga: Kelas Rajut di Perpusda Kudus, Diajari Sampai Mahir dan Dicarikan Pasar
“Kalau sebelumnya berkaitan dengan ekonomi yaitu kelas merajut, kemudian pendidikan dengan kelas komputer, nah ini saatnya kita membuat kelas kesenian dengan membuat kelas tari,” jelas Ninik.
Pihaknya menambahkan, kelas menari ini dilaksanakan setiap Rabu pukul 13.00 WIB. Kelas ini juga bisa diikuti oleh siapa saja dan tentunya yang ikut tidak dipungut biaya sama sekali.
“Kelas ini untuk umum. Siapa saja boleh ikut, minimal usia tiga tahun. Di kelas ini kami kerja sama dengan relawan kita yaitu Winarni Setyoningrum (54), guru tari dari Sanggar Tari Klasik Karya Widya Budaya,” beber Ninik.
Baca juga: Dua Tahun Vakum, Sanggar Cokro Senang Bisa Terlibat Latihan Tari di Museum Kretek
Winarni menambahkan, dirinya mengaku senang dengan adanya kelas menari ini. Karena dengan dibukanya kelas menari, bisa mengajak anak-anak zaman sekarang untuk belajar tari tradisional sekaligus menguri-uri budaya sendiri.
“Tentunya sangat senang sekali, karena sekarang minat belajar tari tradisional sudah menurun. Kebanyakan sukanya tari modern atau dance,” ujarnya.
Winarni menambahkan, jenis tarian yang diajarkan untuk kelas tari hari ini adalah Tari Batok Barongan, yang ia ciptakan sendiri pada tahun 2014.
“Jadi lewat kelas ini, bisa menjadi wadah untuk anak-anak yang ingin belajar tari, apalagi di sini gratis, jadi siapa saja boleh ikut kelas menari ini,” tandas Winarni.
Editor: Ahmad Muhlisin

