BETANEWS.ID, KUDUS – Pimpinan Daerah (PDM) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kabupaten Kudus menyelenggarakan Seminar Penguatan Ideologi Negara di Aula SMK Muhammadiyah Kudus, Jumat (11/3/2022). Kegiatan tersebut diikuti 60 peserta, 30 orang dari PDM NA, 20 orang dari Pimpinan Cabang NA, dan 10 orang dari Pimpinan Ranting NA Kudus, dan Bupati Kudus HM Hartopo.
Ketua PDM Nasyiatul Aisyiyah Kudus Aris Naini menjelaskan, dengan tema penguatan Ideologi Pancasila dalam Berorganisasi dan Berpolitik bagi Perempuan, NA Kudus berharap para kader Muhammadiyah memiliki ideologi Pancasila yang kuat.
“Dengan seminar ini semoga mampu menguatkan ideologi kita (perempuan) agar tidak melenceng dari Pancasila. Ibu adalah seorang perempuan, seorang pendidik pertama bagi putra-putrinya. Mendidik tentang Pancasila supaya tidak melenceng ke yang lain,” katanya.
Baca juga: Pekerja Rumah Tangga di Kudus Kini Bisa Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
Aris berharap, setelah mengikuti seminar ini, para perempuan Muhammadiyah mampu menyalurkan ilmu yang didapat ke anggota lainnya.
“Penyampaian ke anggota masing-masing, pimpinan cabang dan ranting sudah memiliki jadwalnya sendiri. Ada semacam jadwal kajian setiap dua minggu sekali. Harapannya bisa disampaikan ke anggota lainnya,” pintanya.
Hartopo berharap, kegiatan ini mampu menguatkan idelogi Pancasila para perempuan. Sebagaimana dengan tema yang diangkat, dalam berorganisasi, berpolitik, bagi perempuan tentu harus sesuai dengan ideologi Pancasila.
“Setiap negara tentunya memerlukan ideologi untuk dasar menuju arah yang ingin dicapai,” kata Hartopo.
Berbicara tentang peran perempuan, Hartopo mengategorikan menjadi tiga, yaitu ibu dalam keluarga, istri, dan sekaligus anggota masyarakat. Sebagai ibu harus mengawal dan mendidik anak dari kecil sampai memiliki masa depan, menjadi istri harus selalu mendampingi suaminya.
Baca juga: Cegah Stunting, Bayi Prematur di Kudus Dapat Bantuan Asupan Gizi
“Peran perempuan di masyarakat ini bagaimana hidup bahagia, bermakna, dan bermanfaat untuk orang lain. Dalam berpolitik ini adalah peran perempuan di masyarakat,” ungkap Hartopo.
Sekarang dengan adanya emansipasi wanita, lanjut Hartopo, perempuan tidak hanya di dapur saja. Perempuan punya banyak kreativitas, inovasi, dan harus seimbang untuk terus bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
“Perempuan berpolitik itu bagus, punya tujuan mulia. Ada komitmen yang sama antara pemerintah dan masyarakat yang punya tujuan kepentingan untuk kedudukan, jabatan, pada intinya untuk kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

