BETANEWS.ID, KUDUS – Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Puskesmas Mejobo melaksanakan vaksinasi untuk kalangan umum dan segala usia. Mulai dari anak-anak, usia produktif dan lanjut usia (Lansia). Baik untuk dosis satu, dua maupun dosis booster. Namun, untuk vaksinasi booster, disebut minat masyarakat tak seantusias mengikuti vaksinasi satu dan dua.
Kepala Puskesmas Mejobo, Dony Wicaksana mengungkapkan, Covid-19 varian Omicron ini berbeda dengan varian Delta. Masyarakat juga sudah mengalami kejenuhan terhadap pandemi Covid-19. Selain itu, banyak masyarakat yang sudah vaksin dosis satu dan dua itu sudah merasa kebal terhadap covid.
Baca juga : Dosen dan Karyawan UMK Jalani Vaksinasi Booster
“Karena itu, masyarakat kemudian enggan untuk mengikuti vaksin ketiga atau booster,” ujar pria yang akrab disapa Dony kepada Betanews.id, Selasa (1/3/2022).
Namun, kata dia, pihaknya pun berupaya agar warga dalam lingkup kerja Puskesmas Mejobo sudi mengikuti vaksinasi booster. Di antaranya, pihaknya rajin melakukan sosialisasi tentang pentingnya vaksin. Mengadakan kerja sama dengan perusahaan kecil yang ada Kecamatan Mejobo untuk memfasilitasi vaksinasi.
“Ada beberapa perusahaan kecil di Kecamatan Mejobo yang memiliki karyawan 50 sampai 100 karyawan itu kita ajak kerja sama. Kita datangi dan kita fasilitasi untuk kegiatan vaksinasi,” jelasnya.
Baca juga : Bupati Hingga Ketua DPRD Kudus Jadi Sasaran Vaksinasi Booster
Dia mengatakan, saat ini sampai sepekan ke depan di UPT Puskesmas Mejobo dilaksanakan vaksinasi untuk dosis satu, dua dan ketiga. Ada 1 ribuan dosis vaksinasi tersedia, dengan jenis AstraZeneca, Sinovac dan Pfzier.
“Ketiganya itu untuk vaksinasi satu, dua dan tiga atau booster. Sedangkan untuk vaksinasi ke dua itu khusus menggunakan Sinovac dan tersedia 150 dosis,” bebernya
Editor : Kholistiono

