31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

Meski Diminta Mogok, Produsen Tahu di Karangbener Tetap Produksi

BETANEWS.ID, KUDUS – Di sebuah pabrik tahu rumahan di Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabuapaten Kudus, terlihat belasan pekerja tengah sibuk membuat tahu. Meski ada imbauan untuk melakukan mogok produksi, mereka tetap membuat tahu karena tak ingin kehilangan pelanggan.

Tempat produksi tahu tersebut milik Bambang Sutrisno, pengusaha tahu yang sekaligus Ketua Paguyuban Pengusaha Tahu, Kompak Bener. Menurutnya, banyak pengusaha tahu di Kudus meminta agar para produsen mogok produksi, sebagai bentuk protes terhadap meningkatnya harga kedelai.

Baca juga: Harga Kedelai Impor Cetak Rekor Tertinggi, Bambang Terpaksa Naikkan Harga Tahu Produksinya

-Advertisement-

“Ada imbauan mogok produksi selama tiga hari, tanggal 21-23 Februari di wilayah Kudus. Tapi kami tetap memilih produksi, dan di paguyuban ini ada 15 pengusaha tahu yang terus produksi meski harga bahan baku naik,” kata Bambang kepada Betanews.id, Senin (21/2/2022).

Bambang mengaku tetap memilih untuk produksi karena tak ingin kehilangan pelanggan. Untuk menyesuaikan harga bahan baku naik, Bambang mengaku terpaksa menaikkan harga jual tahu yang ia produksi.

“Ya solusinya, kami harus menaikan harga produk, karena memang harga bahan baku naik. Kalau ikut berhenti takutnya nanti kita kehilangan konsumen,” tambahnya.

Dalam sepekan ini, lanjut Bambang, harga kedelai terus mengalami ke aikan. Harga kedelai sebelumnya hanya sekitar Rp 8.600 perkilogram. Namun saat ini harga kedelai naik hingga Rp 11.200 perkilogram.

Baca juga: Harga Kedelai Meroket, Produsen Tempe di Semarang Terpaksa Kurangi Ukuran

“Kenaikan ini sangat meresahkan untuk kami para pengusaha tahu, dan dalam sepekan ini sudah ada tiga kali kenaikan,” tuturnya.

Meski harga kedelai terus naik, Bambang mengaku tetap mempertahankan kualitas tahu yang ia produksi. Menurutnya, jika kualitas tahu berkurang ia takut akan ditinggal konsumennya.

“Meski naik, kualitas tetap saya pertahankan seperti biasa. Kalau takarannya saya kurnagi nanti tidak maksimal. Jadi kami tetap produksi dan tetap mempertahankan kualitas, biar konsumen tidak pergi,” tambahnya.

Bambang berharap harga kedelai bisa normal kembali. Dan pihaknya berharap agar ke depan petani lokal menanam kedelai. Sebab pengusaha tahu selama ini tergantung dengan kedelai impor.

Editor: Suwoko

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER