31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Rela Tinggalkan PBSI Pusat, Ini Alasan Yuni Kartika Antusias Urus Bulutangkis di Daerah

BETANEWS.ID, KUDUS – Legenda bulutangkis Indonesia yang tergabung dalam Tim Uber peraih Piala Uber Cup 1994 Yuni Kartika, memilih menjadi Ketua Pengurus Kabupaten (Pengkab) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kudus. Meninggalkan jabatannya di pengurus pusat PBSI, Yuni memantapkan diri menjadi Ketua Pengkab PBSI Kudus.

Yuni pun blak-blakan terkait alasannya memilih Kudus. Bukan masalah pengalaman besarnya selama ini, tapi masalah tanggung jawab katanya.

“Memang pusat kiblatnya (bulutangkis) lebih besar, tapi di kabupaten tantangannya berbeda. Menurutku, ini hal sangat baik, karena kalau mengingat klub saya juga PB Djarum. Artinya kalau diminta untuk mengembangkan Kudus, saya rasa ini hal yang sangat positif,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga : PBSI Kudus Bakal Kenalkan Olahraga Bulutangkis ke Sekolah

Pihaknya sudah memprediksi bahwa pilihannya memilih mengembangkan potensi di tingkat kabupaten bukanlah hal mudah. Sebab di Kudus sendiri, pihaknya perlu berusaha menumbuhkan minat orang untuk mau bermain badminton.

“Beda lho, kalau orang yang sudah di jalur (minat bermain badminton) itu lebih tahu arahnya mau kemana. Tapi kalau menumbuhkan minat, kita harus cari akal supaya berminat bagaimana. Itu yang menjadi tantangan tersendiri,” jelasnya.

Bicara tentang Kudus, Yuni sangat antusias. Dahulu, menurutnya olahraga bulutangkis kebanyakan berasal dari lingkup pulau Jawa, terkhusus Kudus asal legenda bulutangkis Lim Swie King. Tapi sekarang, peminat badminton merata dari seluruh Indonesia.

Terlebih sekarang banyak atlet didikan PB Djarum berasal dari luar pulau Jawa. Sebab itu, Yuni mengartikan gema bulutangkis ini sudah sangat luar biasa. Namun juara cuma satu dari sekian banyaknya orang.

“Ditanya Kudus kapan, ya segera kita harus cari. Tapi ini masalah bakat yang tersembunyi yang memang harus kita cari,” ungkapnya.

Klub bulutangkis PB Djarum memang ada di Kudus. Tapi mencari bibit unggul pemain bulutangkis di Kudus itu tidak mudah. “It’s very difficult,” kata Yuni.

Kendati demikian, Yuni akan berusaha menemukan atlet badminton berbakat dari Kudus. Caranya, akan dimulai dari dasar atau basic.

Menahkodai Pengkab PBSI Kudus dari 2021-2025, ia akan memulainya dengan mengadakan coaching clinic. Pelatihan kepada pelatih klub olahraga bulutangkis yang ada di Kudus.

“Karena komponen menjadi seorang juara itu banyak, mereka harus perfect di semua area. Yang mau saya lakukan di Kudus adalah, mungkin yang saya lihatnya begini, kualitas. Kualitas dari pelatihnya juga harus diperbaiki,” ucap Yuni.

Sebagai contoh selama PB Djarum menerima atlet, dikatakannya pembenahan sering kali dilakukan kepada atlet. Mulai dari kebiasaan bermain, pukulan, hingga cara mengambil bola banyak dilakukan perubahan. Itu memakan banyak waktu.

Ia tidak mau lagi kehilangan banyak waktu untuk memperbaiki hal-hal dasar yang seharusnya sudah bisa dibentuk saat di klub lamanya. Untuk itu, Yuni melalui Pengkab PBSI Kudus akan berusaha membantu dari hal dasar.

Baca juga : Resmi Dilantik, Pengurus Baru PBSI Kudus Diharapkan Bisa Lahirkan Atlet Potensial

“Kalau basic sudah bagus, proses pengembangannya (kemampuan) nanti akan lebih cepat. Makanya coaching clinic mau kita jalani di Kudus, perlu kita bantu dari dasarnya,” katanya.

Namun masalah saat ini, pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan latihan bulutangkis pasif. Membuat sedikit kesulitan dalam mengetahui bakat-bakat yang dimiliki Kudus.

Tapi tak mengapa, Yuni bersama timnya akan tetap berusaha mendata kembali klub-klub kecil yang masih aktif di Kudus, untuk dikembangkan lagi kemampuan para pelatihnya.

“Sambil kita lihat kemampuan atletnya saat mengikuti pertandingan,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER