Wisata Kidangan, Wisata Murah Meriah yang Banyak Digemari Anak-Anak di Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS –  Beberapa anak-anak terlihat sedang memberi makan burung unta di Wisata Kidangan Sukuntex yang berada di Desa Jurang, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Mereka terlihat bergantian menyodorkan tangan kecilnya yang kemudian disambut antusias oleh burung terbesar di dunia.

Menurut Pengelola Wisata Kidangan Sukuntex Yusrul, sejak ada di sana sejak Desember 2021 lalu, burung onta memang jadi primadona baru bagi anak-anak yang ingin melihat hewan.

“Burung unta ini sudah didatangkan bulan Desember 2021 lalu. Pertama kali di sini ukurannya masih kecil seukuran ayam, tapi sekarang sudah besar umurnya sekitar enam sampai tujuh bulan,” jelasnya, Jumat (04/02/22).

-Advertisement-

Baca juga: Jembatan Pinus, Spot Selfie Terbaru di Pijar Park yang Lagi Hits

Yusrul menambahkan, burung onta itu menambah koleksi Wisata Kidangan yang kini punya 4 hewan. Mereka adalah Rusa Timor, Rusa Totol, Black Swan, dan Burung Unta. Para pengunjung juga bisa melihat hewan-hewan tersebut secara gratis.

Kemudian untuk pengunjung yang ingin memberi makan, mereka bisa membeli sayuran dari pedagang yang berjualan di sekitar kandang.

“Di sekitar sini banyak pedagang sayur untuk pakan binatang. Hal ini sebagai bentuk pemberdayaan kami terhadap masyarakat sekitar,” tambahnya.

Baca juga: Inilah 5 Destinasi Wisata Alam di Kudus yang Bisa Jadi Referensi Libur Akhir Pekan

Salah satu pengunjung Rofi (23) mengaku antusias dengan adanya koleksi baru di Wisata Kidangan milik Sukuntex. Menurutnya, wisata pemberian pakan kepada hewan di sini bisa menambah wawasan bagi anak-anak mengenai binatang. 

Selain itu, juga bisa mengajarkan kepada anak-anak tentang kasih sayang. Karena dengan memberi makan kepada binatang bisa menunjukkan cara untuk mengasihani. 

“Wisatanya sangat seru apalagi koleksinya bertambah. Biasanya hanya bisa lihat burung unta di TV, sekarang bisa lihat langsung. Tempat ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk liburan bersama anak-anak,” ujar warga Desa Mejobo itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER