31 C
Kudus
Selasa, Januari 27, 2026

Tambah 3 Digit Sehari, DKK Sebut Covid-19 di Solo Bisa Tembus Seribu Kasus Sepekan ke Depan

BETANEWS.ID, SOLO – Jumlah kasus aktif Covid-19 di Kota Solo terus mengalami kenaikan. Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, kurang dari sepekan angka paparan dapat menembus angka 1.000.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Solo, pada Rabu (9/2/2022), jumlah kasus naik hingga angka 878. Adapun penambahan kasus hari ini terdapat 208 kasus.

“Seperti kita ketahui, kasus ini meningkatnya sangat cepat, meskipun fatality rate nya rendah,” ungkap Siti ketika ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/2/2022).

-Advertisement-

Baca juga : Kasus Covid-19 di Solo Kini Sudah Menyebar ke 21 Sekolah

Pada beberapa hari terakhir ini, berdasarkan pemantauan Siti, terdapat kenaikan kasus yang sangat signifikan. Bahkan, ia mengatakan penambahan setiap harinya mencapai tiga digit.

“Dan ini kemungkinan akan naik dalam 2 hingga 3 minggu ke depan, ini yang harus kita antisipasi. Melihat tren beberapa hari seperti ini, biasanya naik lagi dalam dua hari,” ujarnya.

Selain itu, Siti mengungkapkan, di klaster sekolah, data hingga hari Rabu ini menjadi 41 sekolah dengan tambahan 2 sekolah, yakni SD Begalon dan SMPN 14. Dari 41 sekolah tersebut, tercatat 506 kasus, baik dari dalam dan luar Kota Solo.

“Dibanding varian Delta, yang ini penyebarannya lebih cepat. Di Solo sepertinya tidak melewati angka 50, langsung dari 60 ke 100 sekian, ini dua kali lebih cepat,” paparnya.

Tren kenaikan yang terbilang sangat cepat, meurut Siti, karena proses tracing yang lansgung dilakukan jika mendapati kasus baru Covid-19. Karena itu, pasti akan ditemukan buntut atau turunan dari induk kasus pertama.

“Rekomendasi dari kami tidak berubah, yaitu pengetatan protokol kesehata. Karena penanganan Covid harus dari hulu sampai ke hilir,” tegasnya.

Siti menyebut, penanganan hulu ke hilir tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Baca juga : Waspada! Dari 91 Sampel Pasien Covid-19 di Solo yang Dites WGS, 11 Mengarah Omicron

“Kasus terdeteksi setelah sampai hilir yang ditangani dengan dirawat atau isoman. Yang penting jangan sampai terjadi, jadi hulunya harus kita mainkan adalah kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Kalau prokesnya tidak bagus ya melonjaknya akan makin cepat,” tandasnya.

Siti menambahkan, posisi Bed Occupancy Rate (BOR) atau keterisian tempat tidur khusus Covid-19 di rumah sakit mencapai 34 persen dari total 496 tempat tidur yang tersedia

“Artinya ini tidak menggambarkan secara keseluruhan, karena jumlah tempat tidurnya juga turun. Kalau sesuai PMK (Peraturan Menteri Kesehatan) Nomor 47 kan harusnya tersedia 834 bed, sekarang baru 496 bed,” terangnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER