BETANEWS.ID, SOLO – 444 siswa dan guru dari 39 sekolah di Kota Solo terkonfirmasi positif Covid-19. Jumlah ini menyumbang angka terbesar kasus di Solo yang hari ini mencapai 567 pasien. Mereka berasal dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga perguruan tinggi.
Karena hal tersebut, Wali Kota Solo, Gibran Rakabumig Raka langsung menghentikan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di Kota Solo.
“Kita eveluasi dulu seminggu ini, kita lihat perkembangnnya seperti apa kasusnya naik atau tidak. Dan instruksi Gubernur, untuk SMA ditutup semua,” jelas Gibran usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di Balai Kota Solo, Senin (7/2/2022).
Baca juga: Gibran Matikan Lampion Selama Sepekan Usai Kasus Covid-19 Meroket
Gibran mengatakan, Selama sepekan terhitung dari Senin ini, PTM di Kota Solo dihentikan dan diganti dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring. Dalam masa tersebut, pihaknya juga melakukan evaluasi terkait PTM dan naiknya kasus Covid-19 yang terjadi selama PTM berlangsung.
Setelah sepekan mendatang, pihaknya akan memutuskan apakah PTM 100 persen dilanjutkan kembali atau tidak.
“Seminggu ini kita evaluasi, yang jelas minggu depan bisa PTM atau tidak. Kalau orangtua masih takut mengirim anaknya ikut PTM ya boleh PJJ, tidak dianggap absen. Seminggu ini kita evaluasi, bersabar dulu,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih merinci, 39 sekolah itu terdiri dari 3 TK, 11 Sekolah Dasar (SD), 6 Sekolah Menengah Pertama (SMP), 17 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 2 Perguruan Tinggi.
Baca juga: Kasus Covid-19 di Solo Kini Sudah Menyebar ke 21 Sekolah
“Jumlah kasus di lingkungan sekolah ada 444 paling banyak di SMA MTA Putra sebanyak 278. Banyak kasusnya karena di sana sekolah boarding school, muridnya di asrama. Hari ini kita exit, kalau ada yang hasilnya negatif kita pisahkan dari yang lain,” papar Siti.
Meski angka tersebut terhitung fantastis, Siti mengungkapkan bahwa kasus di lingungan sekolah tersebut didominasi oleh indeks luar kota. Siti menyebut rata-rata penderita tidak menunjukan gejala (OTG) ataupun bergejala ringan dan semuanya melakukan isolasi mandiri.
“Ke 444 ini masih terus dilakukan tracing ke keluarga, yang kontak erat dan lingkungannya. Yang sudah close tracing adalah SMA Warga, SD Sayangan dan SMP N 4,” tandas Siti.
Editor: Ahmad Muhlisin

