BETANEWS.ID, SEMARANG – Sosok sastrawan dan juga jurnalis, Adhitia Armitiranti terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Kesenian Semarang (Dekase) periode 20021-2025. Adhitia terpilih menggantikan ketua sebelumnya, Handry TM pada gelaran Musyawarah Daerah (Musda) Dekase 2017-2021 yang digelar di Gedung Balaikota Semarang, akhir pekan lalu.
Di bawah tangan dinginnya, komunitas seni, khususnya Dekase akan merangkul semua seniman yang ada di Semarang. Menurutnya, komunitas seni di Semarang berkembang begitu cepat.
Banyak anak-anak muda yang ikut berkecimpung di dunia seni. Selain menambah warna-warna baru, anak muda mempunyai jaringan yang lebih kuat.
Baca juga : Seniman Jaran Kepang Ruwat Gedung DPRD Jateng
“Banyak anak muda yang aktif berkeseniaan di Kota Semarang. Mereka mempunyai jaringan yang luas. Menurut saya ini adalah hal yang positif dan akan terus kita dukung melalui Dewan Kesenian,” jelasnya saat ditemui di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang, Jumat (4/2/2022).
Selain merangkul seniman-seniman muda, pria yang berkecimpung dalam dunia kesenian, khususnya seni teater itu menyebut, akan melakukan pemetaan potensi seniman dan kelompok kesenian di Kota Semarang.
“Pemetaan bakal kita jadikan sebagai program utama. Karena Dekase adalah wadah bagi semua seniman di Semarang,” jawabnya saat ditanya soal jumlah anggota Dekase.
Penentuan langkah perdana itu, menurutnya menjadi tantangan awal yang harus dilalui bersama para seniman dalam menjalankan program kerja Dekase sebagaimana mestinya.
“Artinya kami harus bekerja lebih awal melakukan pendataan yang sudah dari dulu diutarakan, tapi tidak terlaksana,” ujarnya.
Baca juga : Pemkab Diminta Adil ke Pekerja Seni, Irma : ‘Kami Sempat Ngamen, Tapi Dibubarkan’
Penulis cerpen berjudul “Magi” itu juga menyinggung soal kesejahteraan para seniman di Kota Semarang, terlebih saat masa pandemi. Di bawah kepemimpinannya, Dekase akan berupaya memperhatikan nasib para seniman.
“Tentunya nanti kita akan berkolaborasi dengan pemerintahan,” imbuhnya.
Dia menerangkan, pembentukan program kerja selain mengacu AD/ART yang telah disepakati dalam sidang musda, juga tidak dapat lepas dari campur tangan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang.
“Tapi pada dasarnya di AD/ART kalau tidak salah menyebutkan salah satu tugas meningkatkan kesejahteraan para seniman, itu amanat bagaimana kami berpikir untuk itu,” katanya.
Editor : Kholistiono

