Pemkab Diminta Adil ke Pekerja Seni, Irma : ‘Kami Sempat Ngamen, Tapi Dibubarkan’

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan pekerja seni menggelar aksi demo di depan Kantor Bupati Kudus, Senin (31/8/2020). Aksi yang dilakukan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) dan pekerja seni di Kudus, menuntut agar penyelenggaraan kegiatan konser diperbolehkan kembali.

Satu di antara peserta aksi Ermawati (30) menuturkan, sudah sekitar enam bulan dirinya tidak bisa manggung karena pandemi. Menurutnya, sejak Maret 2020, Pemerintah Kabupaten Kudus melarang kegiatan kesenian hingga sekarang.

“Sekitar enam bulan tidak bisa manggung. Padahal kan bulan-bulan ini lagi ramai,” tuturnya saat ditemui di sela-sela aksi, Senin (31/8/2020).

-Advertisement-
Pekerja seni di Kudus melakukan aksi demo di depan Kantor Bupati Kudus. Foto: Imam Arwindra

Baca juga : Tuntut Diizinkan Manggung Lagi, Biduan di Kudus Demo Sambil Joget di Jalanan

Ermawati yang dikenal dengan nama panggung Irma Glow menuturkan, pemerintah harus adil kepada pekerja seni. Menurutnya, saat ini pasar swalayan, pariwisata dan pasar tradisional sudah normal kembali.

“Kami juga meminta keadilan. Ini swalayan dan pasar sudah buka. Mereka juga berkerumun,” terangnya.

Irma yang bekerja sebagai biduan dangdut mengungkapkan, selama tidak manggung dirinya berjualan masker. Selain itu, juga berjualan barang-barang lainnya secara online yang dibutuhkan masyarakat. “Ini ada temen saya ada yang sampai gadai mobilnya,” tuturnya.

Sempat dirinya bersama pekerja seni lainnya mengamen di jalan. Namun akhirnya dibubarkan oleh kepolisian.

“Kita ngamen di jalan dibubarkan. Kita ramai-ramai (buat kegiatan) tidak boleh,” tuturnya kesal.

Menurutnya, dirinya pernah mengamen di sekitar Waduk Logung sekitar lima hari yang lalu. Namun saat itu, kegiatannya dibubarkan oleh petugas. Alasannya karena Covid-19. Selain itu, baru kemarin malam dirinya juga mengamen di daerah Kecamatan Mejobo. Namun lagi-lagi petugas membubarkan lagi.

Baca juga : Paguyuban Dangdut Desak Segera Diizinkan Manggung, Hartopo : Kita Simulasi Dulu

“Tadi malam di Mejobo pas ngamennya. Alat sama audionya disita. Padahal ngamennya di jalan,” terang warga yang tinggal di Mlati Lor, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus‎.

Dengan adanya aksi yang dilakukan bersama pekerja seni lainnya, dirinya meminta agar izin penyelenggaraan kegiatan konser dan seni diperbolehkan. Pihaknya akan menjalankan protokol kesehatan sesuai yang diarahkan pemerintah.

“Sekarang saya pendapatan nol. Sama sekali tidak ada pendapatan. Paling ya hasil dari jualan saja. Biasanya kalau normal, per bulan bisa dapat Rp 20 juta,” tuturnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER