BETANEWS.ID, SOLO – Pemerintah Kota Solo akan melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar lampion guna menghindari kemacetan. Pasalnya, sejak mulai dihidupkan Minggu (30/1/2022), kerumunan warga menghambat kendaraan yang melintas sehingga terjadi kemacetan.
Kepala Dinas Pehubungan Kota Solo, Hari Prihatno menerangkan, mulai hari ini, Senin (31/1/2022), penyekatan jalan di area ampion akan dilaksanakan.
“Jadi ditutup mulai pertigaan Bank Indonesia (BI) sampai Jalan Urip Sumoharjo. Kemudian dari Urip Sumoharjo, warung pelem akan dialihkan ke Mbalong ke Kiri, kemudain Kapten Mulyadi. Kemudian dari Barat ada alternatif penutupan di belokkan ke kiri, ke Imam Bonjol untuk mengarah ke Arifin supaya tidak menumpuk di jalan Sudirman,” paparnya, Senin (31/1/2022).
Baca juga: Jelang Imlek, Pedagang Mainan Barongsai Ramaikan Pasar Gedhe Solo
Hari menjelaskan, penutupan beberapa jalan tersebut akan dilakukan setiap lampion dinyalakan. Yakni, mulai dari sekitar pukul 17.00 hingga lampion dimatikan pada pukul 21.00 WIB.
“Ya pokonya sore itu sudah kita tutup. Ditutup barikade, tutup total sampai kesepakatannya tadi jam 21.00. Ya setiap hari, (setiap lampu menyala) . Makanya jam 21.00 sudah dimatikan lampionnya,” terang Hari.
Selain itu, pihaknya sudah menyiapkan beberapa lokkasi parkir yang dapat digunakan oleh para pengunjung. Di antaranya adalah area depan Benteng Vastenburg, Jalan Ronggo Warsito, Jalan Arifin, Jalan Urip Sumoharjo, Utara Pasar Gedhe, dan juga sebagian di Balai Kota.
Hari menegaskan bahwa protokol kesehatan adalah yang paling utama. Menurutnya, arahan dari Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka adalah kegiatan yang harus tetap berjalan, tapi harus didampingi dengan protokol kesehatan yang ketat.
Baca juga: Solo Siapkan Spot Foto di Enam Titik untuk Meriahkan Tahun Baru Imlek
“Nanti dari Satpol PP, Kepolisian juga akan menyampaikan kepada masyarakat untuk tetap waspada. Makanya kita tutup itu untuk membatasi sebetulnya, arahannya Pak Wali tadi seperti itu,” kata dia.
Menurut Hari, penutuoan jalan tersebut sudah menjadi kegiatan rutin seperti saat perayaan Imlek pada tahun-tahun sebelumya.
“Nek gak ditutup kendaraan muntel-muntel koyo mambengi jarene, pilih ndi? (kalau nggak ditutup kendaraan bergerombol seperti tadi malam, pilih mana?),” tandas Hari.
Editor: Ahmad Muhlisin

