Jelang Imlek, Pedagang Mainan Barongsai Ramaikan Pasar Gedhe Solo

BETANEWS.ID, SOLO – Beberapa pedagang mainan barongsai mulai bermunculan di Pasar Gedhe, setelah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengizinkan perayaan Tahun Baru Imlek. Mainan dengan dominasi warna merah itu mudah sekali dijumpai di pasar yang bakal menjadi salah satu titik keramaian saat Imlek.

Salah satu penjual mainan barongsai, Edi Santoso (32) mengaku sudah sekitar sembilan tahun menjual mainan bertemakan Imlek di Solo. Makanya saat vakum selama dua tahun lalu, ia merasa kehilangan salah satu target pasarnya.

“Sebelumnya kadang pas mau Grebeg Sudiro berangkat. Paling satu minggu sebelumnya,” ujarnya, Selasa (25/1/2022).

-Advertisement-

Baca juga: 1.000 Lampion Meriahkan Kota Solo Selama Perayaan Tahun Baru Imlek

Mainan-mainan itu dibuat Edi di kampung halamannya di Cirebon. Mainan yang ia buat juga berdasarkan moment, seperti saat ini yang bertepatan dengan Imlek.

“Bawa seribu biji. Bikin sendiri (mainan Barongsai). Ya ide sendiri dulu kan naga, kalau sekarang kan ada barongsai,” kata dia.

Edi biasa menjual mainannya dengan berpindah-pindah lokasi, tapi tetap di sekitaran Pasar Gedhe. Hal tersebut karena memang pasar tersebut berada di lokasi masyarakat beretnis China.

“Ya pindah-pindah, tergantung mana yang ramai aja,” ucapnya.

Edi menjual mainan barongsainya dengan harga Rp20 ribu saja. Namun ia hanya menjual satu ukuran saja, walaupun teman temannya ada yang membuat mainan tersebut dengan berbagai ukuran.

Baca juga: Solo Siapkan Spot Foto di Enam Titik untuk Meriahkan Tahun Baru Imlek

“Ya di rumah (Cirebon) udah bikin, kalau udah jadi ya siap jualan. Kadang kalau dapat sehari 40 biji beda sama sebelum pandemi bisa 100 biji,” ujarnya.

Memang, sudah dua tahun di Solo tidak mengadakan kegiatan perayaan tahun baru Imlek. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan hasil dari Edi berdagang.

“Sekarang ya jualan di sini (Pasar Gedhe) dari jam 07.00 sampai jam 21.00 malam,” kata dia.

Selama di Solo, Edi mengaku bermalam di dekat Keraton. Ia berjualan di Solo hanya saat perayaan Imlek saja, setelah itu ia berpindah tempat dengan tema dagangan yang berbeda pula.

“Ya pindah-pindah, kadang kalau ada acara di Bogor ya Bogor, tergantung acara. Ya biasa, pameran, kadang barang pecah atau apa ngikutin musim,” tandasnya.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER