BETANEWS.ID, SOLO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Solo akan melakukan tes swab di tempat jika mendapati kerumunan yang sulit diurai di area pemasangan lampion.
Kepala Satpol PP Solo, Arif Darmawan mengatakan, pihaknya akan memulai operasi gabungan dengan menggunakan satu unit mobil pada Rabu, (26/1/2022) malam. Mobil itu berisi tujuh orang personel yang akan berkeliling mengimbau masyarakat agar menjaga jarak.
“Nanti kalau memang kerumunan sudah membludak kayak yang dulu (sebelum pandemi), ya kita urai,” tegasnya, Selasa (25/1/2022).
Baca juga: 1.000 Lampion Meriahkan Kota Solo Selama Perayaan Tahun Baru Imlek
Menurut Arif, upaya ini merupakan instruki dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, untuk menjaga masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan. Ia juga mengimbau masyarakat bisa meninggalkan lokasi lampion sebelum pukul 22.00 WIB.
“Intinya masker wajib, tidak berkerumun, jaga jarak dan sebagainya. Tetapi kegiatannya sendiri tetap bisa dilaksanakan,” paparnya.
Baca juga: Solo Siapkan Spot Foto di Enam Titik untuk Meriahkan Tahun Baru Imlek
Arif menegaskan, masyarakat harus tetap memakai masker selama berada di area lampion. Karena menurutnya, masker efektif untuk menjaga agar tidak terpapar Covid-19, apalagi varian Omicron yang tingkat penyebarannya lebih cepat.
“Kalau memang kerumunan semakin besar dan diurai tidak bisa, kami akan langsung sampling swab on the spot. Kita kan punya tim gabungan termasuk dari Dinas Kesehatan dan rumah sakit,” tandasnya.
Editor: Ahmad MUhlisin

