Dua Tahun Tidak Manggung Akibat Pandemi, Seniman Ketoprak di Pati Ini Jualan Mi untuk Bertahan Hidup

BETANEWS.ID, PATI – Pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir, berimbas ke berbagai sektor. Salah satunya adalah pelaku seni ketoprak, yang hampir dua tahun ini tidak bisa manggung.

Seperti halnya yang dialami oleh Hartawan, Seninan Ketoprak asal Desa Mangunrekso, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Sejak awal pandemi 2020 lalu hingga sekarang, nyaris ia tidak pernah manggung lagi.

Padahal dulu sebelum ada pandemi katanya, job untuk manggung bersama grup ketopraknya Siswo Budoyo jarang sepi. Apalagi ketika setelah Idul Fitri atau tepatnya bulan Apit pada penanggalan Jawa, banyak sekali undangan untuk manggung.

-Advertisement-

Baca juga : 5 Kisah Inspiratif Bangkit dari Pandemi

Ia menceritakan, biasanya pada bulan tersebut, khususnya di Kabupaten Pati banyak event sedekah bumi di berbagai desa di Pati. Berbagai hiburan pun digelar, termasuk salah satunya yang masih cukup eksis adalah kesenian ketoprak.

Tak hanya bulan tersebut, pada bulan Besar pada penanggalan Jawa juga banyak warga yang menyelenggarakan hajatan pernikahan ataupun lainya. Namun, sejak ada pandemi dan ada pembatasan, serta larangan adanya hiburan, termasuk kesenian ketoprak untuk manggung, ia pun mulai kelimpungan.

https://youtu.be/QozdCzHaO8U

Untuk bisa bertahan hidup, ia pun harus memutar otak. Mobil yang ia miliki kemudian dijual untuk modal berjualan mi yang lokasinya berada di Pusat Kuliner Desa Gabus.

Hartawan pun menamai warungnya sama persis dengan grup ketopraknya yaitu Warung Mi Siswo Budoyo. Di sana juga terlihat beberapa aksesoris mahkota raja, keris dan foto-foto saat dirinya dan grup ketopraknya manggung.

Baca juga : 10 Cabang Usaha Kebabnya Tutup Karena Pandemi, Fenny Bangkit Lagi Jualan Geprek

“Selama ketoprak belum diperbolehkan manggung, ya maka satu-satunya cara untuk menyambung hidup ya jualan mi ini,” ujarnya.

Ia berharap, pandemo Covid secepatnya berakhir dan bisa manggung ketoprak lagi. “ Karena di Pati sendiri banyak puluhan grup ketoprak dengan ratusan seniman yang hingga kini nganggur tidak ada pemasukan. Kasihan kan,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER