BETANEWS.ID, KUDUS – Di Pertigaan Jalan Kiai Mojo, Desa Jepang Pakis, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, terlihat warung bertuliskan Ayam Geprek 5758. Di dalam warung, tampak beberapa pelanggan sedang menikmati menu ayam geprek. Sedangkan di bagian dapur, seorang wanita tampak sedang membuatkan pesanan pelanggan lainnya. Ia adalah Fenny Andriana (35), Owner Ayam Geprek 5758.
Seusai melayani pembeli, wanita yang akrab disapa Fenny itu bersedia berbagi informasi tentang usaha yang dirintisnya sejak awal bulan ini. Dia mengatakan, membuka usaha ayam geprek, ia sudah pernah mempunyai usaha kuliner lainnya, tapi tutup karena terdampak pandemi.
Baca juga : Ayam Geprek 5758, Lezat dan Sedapnya Bikin Ketagihan
“Sebenarnya kalau untuk usaha sudah banyak ya. Dulu saya sempat jadi SPD dan resign, kemudian sempat pula jadi supervisor di Matahari. Saya bekerja di sana sudah 11 tahun dan akhirnya resign. Setelah itu, saya mencoba untuk membuka usaha air minum isi ulang dan penjualan es batu kristal. Namun, akhirnya saya jual pada tahun 2017,” bebernya kepada betanews.id, Rabu (23/6/2021).
Setelah itu, ia kemudian merintis usaha kebab dan burger. Menurutnya usahanya tersebut sudah memiliki 10 cabang yang tersebar di area Kudus dan memiliki 20 karyawan. Karena adanya pandemi Covid-19, akhir Januari 2020, usahanya itu terkena dampaknya dan harus memberhentikan karyawannya.
“Saat adanya corono, penjualan kebab dan burger itu tidak ada lagi pembelinya mas. Ya terpaksa saya tutup semuanya,” papar warga Desa Ploso RT 5 RW 5, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus itu.
Baca juga : Ayam Geprek Super Kriuk Ini Laris Banget, Ternyata Ini Rahasianya
Setelah merasa jenuh di rumah dan tidak melakukan apa-apa, kini Fenny memulai merintis usaha lagi dengan berjualan ayam geprek. Dirinya mantap berjualan ayam geprek, karena menurutnya sampai saat ini masih diminati banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Editor : Kholistiono

