BETANEWS.ID, KUDUS – Pimpinan Cabang Bank BRI Kudus Ekwan Darmawan mengungkapkan, kerugian kebakaran Kantor BRI Unit Pasar Kliwon ditaksir mencapai ratusan juta. Selain kerugian fisik, pihak bank juga harus kehilangan berkas-berkas penting milik nasabah.
“Kalau untuk kerugian fisiknya saja itu sekitar Rp 30-100 juta. Tapi itu belum termasuk berkas-berkas nasabah. Karena memang perlu mengecek berkas nasabah dulu untuk mengetahui secara pasti berapa total kerugian,” katanya ditemui di lokasi, Kamis (13/1/2022).
Ekwan menjelaskan, kebakaran itu bermula saat listrik di ruko tersebut padam. Petugas yang berusaha menghidupkan genset, tiba-tiba ada korsleting listrik di lantai dua dan membakar berkas-berkas yang ada di sana.
Baca juga: Penyebab Kebakaran Kantor BRI Pasar Kliwon Diduga Karena Korsleting Listrik
“Kebetulan di situ (tempat kebakaran) ruangan arsip. Jadi banyak berkas,” ungkap Ekwan.
Selain itu, kebakaran itu juga menghanguskan ruang kepala unit yang menyimpan beberapa berkas penting yang sedang diproses.
Kendati demikian, menurut Ekwan kebakaran ini tidak melenyapkan semua berkas yang dimiliki bank. Terbukti ruang di sisi selatan atau belakang lantai dua yakni ruang berkas utama masih aman. Pun lantai bawah yang tidak terdampak kebakaran.
“Yang terbakar itu berkas yang sedang diproses. Diproses kepala unitnya, itu tidak bisa diselamatkan,” tuturnya.
Baca juga: Bank BRI Pasar Kliwon Terbakar, Sempat Ada Ledakan
Menurutnya, saat kejadian kebakaran, pihak bank sudah langsung tanggap. Dua alat pemadam api ringan (APAR) langsung dipergunakan untuk memadamkan api. Orang-orang yang masih di dalam gedung pun diminta untuk langsung keluar lokasi dan menyelamatkan diri. Begitupun berkas-berkas yang masih bisa diselamatkan, dikeluarkan dan diamankan.
Selain itu, Ekwan juga mengucapkan terima kasih kepada tim pemadam kebakaran Kabupaten Kudus yang dengan tanggap datang memadamkan api, baik itu BPBD, PT Nojorono, PT Djarum, dan Satpol PP.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim pemadam kebakaran yang langsung sigap datang memadamkan api,” tandas Ekwan.
Editor: Ahmad Muhlisin

