BETANEWS.ID, KUDUS – Tardi terlihat sibuk di ruangan dapur rumahnya yang berada di RT 4 RW 3, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus. Selain digunakan untuk memasak, ruang dapur yang lumayan luas itu juga digunakan untuk produksi truk mainan. Setelah usaha jualan ayamnya gulung tikar, Tardi cari nafkah dengan bikin truk mainan.
Di sela-sela aktivitasnya membikin truk mainan, pria berusia 74 tahun itu mengatakan, menekuni jadi perajin truk mainan sejak enam tahun lalu. Sebelumnya, ia mengaku memiliki usaha jual ayam pedaging. Namun, karena banyaknya persaingan, usaha yang ditekuni selama puluhan tahun itu harus gulung tikar.

Baca juga : Produknya Sempat Ditolak Sana-Sini, Kini Truk Oleng Buatan Jumadi Banjir Pesanan
“Saya usaha jual ayam itu sejak tahun 1974. Namun, karena banyak pesaing akhirnya bangkrut,” ujar Tardi kepada Betanews.id, Jumat (7/1/2022).
Tardi mengungkapkan, setelah usaha jual ayam pedaging gulung tikar, ia pun banting sentir jadi penjual truk mainan keliling dari pasar malam satu ke pasar malam lainnya. Saat itu truk mainan ia beli dari perajin daerah Magelang.
“Dari situ saya pun berinisiatif untuk membuat sendiri truk mainan itu. Hal itu saya lakukan agar bisa mendapatkan untung lebih banyak,” beber pria yang rambutnya sudah putih semua tersebut.
Dengan berjalannya waktu, Tardi sudah tak ikut berjualan keliling truk mainan hasil karyanya. Sebab kemudian ia memilih fokus jadi perajin, sedangkan truk mainan diambil para bakul.
“Biasanya dibeli para bakul, kemudian mereka jual kembali di acara semacam Dandangan Kudus dan Kupatan Rembang,” ungkapnya.
Baca juga : Viral dan Banyak Dicari, Miniatur Truk Oleng Buatan Riman Banjir Orderan
Untuk harga, kata Tardi, per unit truk mainan itu dibanderolnya dengan harga Rp 120 ribu sampai Rp 130 ribu. Sedangkan di setiap musim Dandangan ia bisa menjual sekitar antara 60 sampai 80 unit truk mainan.
“Untuk penjualannya itu tidak tentu, kadang ya bisa sampai 80 unit, kadang ya 60 unit setiap ada Dandangan di Kudus. Sedangkan untuk yang di acara Kupatan Rembang jumlah penjualannya kurang lebih sama,” jelasnya.
Editor : Kholistiono

