Solo Kini Miliki Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

BETANEWS.ID, SOLO – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka meresmikan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Selasa (28/12/2021). SPKLU tersebut merupakan yang pertama di Solo dan berada di halaman Kantor UP3 PLN Surakarta.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jateng dan Yogyakarta M Irwansyah Putra mengatakan, fasilitas umum pengisian daya kendaraan listrik tersebut untuk mendorong masyarakat agar beralih menggunakan kendaraan listrik. Hal tersebut terkait dengan percepatan implementasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai atau KBLBB untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, dengan mengurangi ketergantungan impor BBM melalui Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019.

Gibran mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum. Foto: Khalim Mahfur.

Baca juga : Industri Mobil Listrik Susah Berkembang, Moeldoko: ‘Banyak Komponen Masih dari Luar Negeri’

-Advertisement-

“SPKLU ini fasilitas umum charging untuk mendorong pengguna mobil listrik. Nantinya akan dipasang sesuai kebutuhan. Saat ini untuk perjalanan jauh di rest area juga sudah tersedia untuk fasilitas charger ini,” kata Irwansyah.

Ia mengatakan, saat ini di Kota Solo sudah ada sebanyak 15 unit mobil dengan bahan bakar listrik. Bahkan, sejak diresmikan bulan November lalu, SPKLU di Solo tercatat sudah ada 21 kali pengisian.

“SPKLU kita tarifnya Rp 1.600 per kWh. Jadi kalau isi full bisa 400 kilometer dengan 40 kW, karena 1 kWh bisa menempuh 10 kilometer, totalnya sekitar Rp 64 ribu. Kalau dibandingkan dengan BBM jauh lebih hemat menggunakan kendaraan listrik,” papar Irwansyah.

SPKLU tersebut merupakan kategori fast charging (pengisian daya cepat) dengn tipe 25 kW, sehingga proses pengisian daya dari nol ke daya penuh hanya membutuhkan waktu dua jam. Namun, berbeda denga SPKLU yang ada di rest area Tol Trans Jawa 519A dan 519B di Masaran, Sragen yang sudah berdiri sebelumnya yang sudah menggunakan tipe 50 kW dengan waktu pengisian lebih cepat. Yakni cukup satu jam saja.

“Totalnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta ada lima lokasi. Selain di Kantor PLN UP3 Surakarta, ada dua di rest area Sragen, sisanya di Bandara Semarang dan Yogyakarta,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irwansyah mengatakan, bahwa pengguna kendaraan bermotor listrik juga bisa melakukan pengisian daya di rumah sendiri. Ia mengatakan, pihaknya akan memberikan diskon sebesar 30 persen dengan menggunakan layanan home charging diberikan untuk pemilik rumah dengan daya 7.700 watt.

Irwansyah menambahkan, tahun depan pihaknya akan menambahkan jumlah SPKLU di Kota Solo. Ia mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Solo berencana akan memakai kendaraan listrik untuk suttle bus.

Baca juga : Solo Kini Punya Delapan Mobil Listrik Wisata, Ini Rutenya

“Nah SPKLU-nya didirikan oleh Pemkot atau PLN akan dibicarakan lebih lanjut,” lanjutnya.

Usai acara peresmian SPKLU, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka langsung melakukan test drive dengan menggunakan mobil listrik yang disediakan. Ia mengatakan, bahwa pihaknya sangat menyambut baik dengan adanya SPKLU di Solo.

“Kita dorong juga warga untuk beralih ke kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan. Barusan saya coba nggak ada bedanya dengan mobil yang pakai BBM malah lebih baik, suaranya juga tidak mengganggu, Dengan adanya SPKLU ini kan setiap charge butuh waktu dua jam, sangat cepat,” kata Gibran.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER