BETANEWS.ID, KUDUS – Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma mengatakan, pada saat libur Natal dan Tahun Baru nanti, tidak akan ada penyekatan di pintu masuk Kabupaten Kudus. Menurutnya, yang ada hanya ada pengetatan protokol kesehatan (prokes) di beberapa titik lokasi. Nantinya, akan ada tes rapid antigen secara acak kepada pengendara yang lewat.
“Petunjuk pemerintah untuk penyekatan tidak ada. Arus lalu lintas diperlancar. Hanya di tempat-tempat tertentu, nanti akan diadakan tes rapid secara acak,” katanya, Senin (13/12/2021).

Baca juga : PPKM Level 3 Batal, Pemkab Kudus Belum Siapkan Aturan Libur Nataru
Terutama, lanjut Aditya, di jalur-jalur yang memiliki rest area. Kudus sendiri, juga akan menyiapkan pos pantau. Ada 2 pos pantau yang disiapkan, yaitu di Alun-alun Simpang 7 Kudus dan di Terminal Tipe A, Jati Kudus.
Di lokasi tersebut, tes acak nantinya juga akan dilakukan. Bila ada yang reaktif Covid-19, orang tersebut akan melakukan perawatan di isolasi terpusat. Entah itu isolasi milik desa atau kabupaten.
“Kalau milik kabupaten, itu di Rusunawa. Sementara ini belum ada petunjuk untuk dipulangkan. Kalau dipulangkan malah menulari yang lain bagaimana,” ungkapnya.
Demi melancarkan semua itu, personel kepolisian akan disiagakan. Aditya mengungkapkan, ada sekitar 250 personel polisi yang nantinya ditugaskan.
Sementara itu, selepas mengikuti rapat koordinasi bersama Provinsi Jawa Tengah secara virtual, Bupati Kudus HM Hartopo mengatakan, bahwa saat libur Nataru meminta agar setiap kepala desa bisa benar-benar memonitor wilayahnya. Bahwa setiap ada orang yang mudik, harus dipantau.
Melihat kebiasaan yang terjadi, banyak yang mudik namun sembunyi-sembunyi. Hal ini yang terkadang terlewatkan dan menyebabkan penyebaran virus secara masif.
“Ini kan yang tahu RT. RT yang lebih paham siapa warganya yang baru pulang. RT nanti bisa melaporkan. Kalau ada yang belum divaksin, bisa langsung divaksin,” pinta Hartopo.
Baca juga : Jelang Libur Nataru, Disbudpar Kudus Siapkan Satgas Khusus untuk Pantau Tempat Wisata
Selain itu, Hartopo pun mewanti-wanti di sektor pariwisata. Pihaknya masih melakukan monitoring pemudik yang datang ke Kudus. Terlebih diprediksi, Jawa Tengah akan kedatangan puluhan ribu pemudik saat libur Nataru nanti.
“Untuk itu, kemarin pihak pariwisata sudah saya minta untuk betul-betul diterapkan 25 persen pengunjung. Dan PeduliLindungi juga harus dijalankan,” tutupnya.
Editor : Kholistiono

