31 C
Kudus
Minggu, Februari 22, 2026

JPEN Gandeng PGN Jamin Pasokan Gas di Kawasan Industri Jateng

BETANEWS.ID, SEMARANG – PT Jateng Petro Energi (JPEN), salah satu BUMD Jateng dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) telah menjalin kerja sama untuk memenuhi kebutuhan gas di seluruh kawasan industri yang ada di Jawa Tengah. Perjanjian ini terlaksana setelah ada berbagai keluhan dari pengusaha soal kelangkaan gas di beberapa kawasan industri.

Penandatanganan kerja sama itu disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Gedung B lantai 5 kompleks Pemprov Jateng, Jumat (3/12/2021).

Ganjar mengatakan, jika dulu banyak orang kesulitan mendapatkan gas, dengan kerja sama ini maka persoalan itu segera teratasi. Suplai gas ke kawasan industri seluruh Jateng dipastikan akan aman.

-Advertisement-

Baca juga: Ini Lokasi di Jateng yang Banyak Diminati Calon Investor

“Ini pekerjaan rumah yang sangat lama yang mesti kita kerjakan sekaligus menjadi jawaban atas kesulitan gas di Jawa Tengah. Mudah-mudahan cara ini bisa dijadikan sebagai dukungan pada industri agar bisa tumbuh, dengan suplai gas yang mantap,” katanya.

Tak hanya suplai gas, ada tawaran kerja sama lain yang menarik dari proses ini. PGN berencana menyalurkan gas menggunakan kereta api dari Jatim ke Jateng. Gas yang akan dikirim masih berbentuk liquefied natural gas (LNG) dan akan diolah di stasiun-stasiun seluruh Jateng menjadi gas sebelum disalurkan ke kawasan industri.

“Nah proses pengolahan itu bisa menghasilkan cold storage. Itu peluang bisnis, karena itu bisa dijual dan energinya gratis. Tapi intinya kita ingin sampaikan pada kawan-kawan pengusaha, bahwa kita siap dan mau bantu soal energi khususnya gas betul-betul bisa dideliver, suplainya baik sehingga industri bisa berkembang dengan baik,” pungkasnya.

Baca juga: Jateng Kalahkan Jabar dan Sumbar sebagai Provinsi Terbaik Layanan Investasi Nasional 2021

Direktur Utama PT PGN, Haryo Yunianto mengatakan, sumber pasokan gas Jateng itu berada di Jatim. Nantinya, gas akan dikirim melalui LNG menggunakan kereta api.

“Ada dua yang kita sasar, pertama kerja sama dengan JPEN ini untuk penetrasi kawasan industri di seluruh Jateng, kedua kami ada program jaringan gas untuk rumah tangga. Jadi, kami akan membangun jaringan gas ke seluruh rumah tangga di Jateng,” katanya.

Caranya, jaringan yang sudah terpasang pipa akan disalurkan secara langsung. Namun yang belum ada pipa, maka gas akan dikirim melalui kereta api.

“Stasiun kereta api pasti di tengah kota, sehingga dari sana nanti kami bangun pipa untuk memasok ke rumah tangga setiap kabupaten/kota. Harapan kami, program ini bisa terlaksana pada Januari 2022,” terangnya.

Haryo membenarkan bahwa ada peluang bisnis baru dari program itu. Saat perubahan LNG menjadi gas, ada suhu dingin yang dikeluarkan. Suhu dingin itu bisa dijadikan cold storage untuk perikanan, industri dan lainnya.

Baca juga: Jateng Berhasil Gaet 26 Investor Total Investasi Rp6 Triliun di Hari Pertama CJIBF

“Itu energinya gratis dari proses perubahan LNG menjadi gas, jadi bisa dioptimalkan,” ucapnya.

Disinggung terkait kebutuhan gas di Jawa Tengah, Haryo mengatakan sampai saat ini hingga lima tahun ke depan Jateng akan dipenuhi kebutuhan gasnya sebesar 100 mm per hari.

“Sekitar 100 mm perhari, itu kebutuhan gas di Jateng sampai lima tahun ke depan yang akan kami penuhi,” tandas Haryo.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER