BETANEWS.ID, SEMARANG – Manajemen PSIS Semarang membuat perjanjian kerja sama dengan Polri untuk memberantas praktik mafia bola yang ada di Liga 1 Indonesia.
General Manager PSIS Wahyoe Milik Winarto mengatakan, manajemen PSIS mendukung kerja sama antara PSIS dengan polri soal pemberantasan mafia bola demi kebaikan sepakbola yang ada di Indonesia.
“Kami atas nama manajemen menjambut baik demi kebaikan sepakbola kita,” jelasnya, Senin (22/11/2021).
Baca juga: CEO PSIS Ditunjuk Jadi Ketua Asprov PSSI Jateng
Selain kerja sama soal pemberantasan mafia bola, pihaknya dengan polri juga bekerja sama untuk menegakkan protokol kesehatan selama bergulirnya Liga 1, agar pelaksanaan liga bisa berjalan lancar.
“Semoga sepakbola kita lebih baik,” harapnya.
Menurutnya, yang paling penting dalam dunia sepakbola adalah sportifitas dan fair play baik di dalam maupun di luar lapangan. Dia berharap, liga 1 yang notabene adalah liga resmi di Indonesia dapat berjalan lancar.
“Paling penting adalah sportifitas dan fair play serta saling respect para pelaku sepakbola,” katanya.
Seperti diketahui, sosialisasi ini dilakukan terkait Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PSSI dan Polri Nomor 12/PSSI/VII-2021 dan Nomor PKS/27/VII/2021 Tanggal 21 Juli 2021 tentang Penerbitan Rekomendasi dan/atau Pemberian Izin Bantuan Pengamanan, Penegakan Hukum, Kesehatan dan Hubungan Luar Negeri dalam Kegiatan PSSI.
Bertempat di Pusat Pengendalian Sistem (Pusdalsis) Mabes Polri, hadir dalam sosialisasi tersebut, Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops) Irjen Imam Sugianto dan jajarannya.
Baca juga: Dua Pemain PSIS Semarang Perkuat Timnas di Piala AFF
Sementara dari PSSI hadir Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, Sekjen PSSI Yunus Nusi, Ketua Komdis Irjen Pol (Purn) Erwin Tobing, dan staf khusus.
Sedangkan dari pihak PT LIB hadir Dirut PT LIB Ahmad Hadian Lukita, Direktur Operasional PT LIB Irjen Pol (Purn) Sudjarno dan jajarannya.
Editor: Ahmad Muhlisin

