BETANEWS.ID, KUDUS – Sekertaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengajak warga Muhammadiyah dan pemuda Muhammadiyah untuk lebih menyiapkan diri saling membantu dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga kini belum berakhir.
“Saling tolong menolong, gotong royong dalam menghadapi pandemi Covid-19. Terutama kemungkinan terjadinya gelombang ketiga Covid-19. Gotong royong ini bukan semata-mata bersifat kultural, tapi sesuatu yang sesungguhnya memiliki landasan ajaran agama Islam,” jelasnya dalam acara Gerakan Nasional Revolusi Mental yang digelar di Ruang Emerald Hotel Gryptha Kudus, Jumat (19/11/2021).

Baca juga : Menko Muhadjir Sanjung Kesuksesan Kudus Tangani Covid-19
Untuk itu, pihaknya pun berpesan kepada warga Muhammadiyah di Kudus untuk tidak terlena. Bahwa sampai saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir.
Untuk itu, ia meminta seluruh protokol kesehatan hendaknya dipatuhi semaksimal mungkin. Terutama disiplin dalam menggunakan masker, mencuci tangan, berusaha mengurangi aktivitas yang tidak perlu, hingga menghindari kerumunan.
“Berbekal dari pengalaman yang hampir dua tahun ini, kita harus menyiapkan mental juga iman. Tapi tentu saja berbagai persiapan yang bersifat medis maupun logistik harus kita antisipasi. Sehingga, ketika pandemi itu terjadi, kita tidak gugup, tidak gagap, tidak gedabak-gedebuk. Tapi kita sudah menyiapkan semuanya, karena kita sudah pengalaman juga. Kita sudah memiliki berbagai peralatan dan juga tenaga medis,” paparnya.
Dukungan dari PP Muhammadiyah sendiri, terang Abdul Mu’ti, telah disiapkan semuanya. Dari prediksi awal rumah sakit yang disiapkan untuk pasien Covid-19 ada 81, kini sudah ada 117 rumah sakit yang sudah memiliki kelengkapan dalam penyembuhan pasien Covid-19. Begitupun dengan tenaga medis, semuanya sudah tersedia dengan baik.
Selain demi kesiapan menghadapi pandemi, dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu’ti juga mengungkapkan, bahwa langkah gotong-royong juga sebagai kesiapan dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Sebagai bagian dalam mengaktualisasikan sikap dan jiwa tolong menolong.
Baca juga : RS Sarkies Aisyiyah, Cikal Bakal Fakultas Kedokteran di Kudus
“Karena itu, maka jiwa dan semangat gotong royong, tolong menolong, harus kita perkuat. Kita harus mengantisipasi terjadinya berbagai bencana itu dengan kajian ilmiah, dengan penelitian dan juga bagaimana ilmu pengetahuan kita terapkan. Juga tentu dengan kekuatan iman. Saya kira itu modal penting,” terangnya.
Dalam kegiatan tersebut, juga dihadiri oleh Bendahara Umum PP Muhammadiyah Zaedi Basiturrozaq, perwakilan PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah), PDPM (Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah), PD (Pimpinan Daerah) Aisyiyah, PD Nasyiatul Aisyiyah, PD IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah), PD IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah), PD Tapak Suci, Kwarda (Kwartir Daerah) Hizbul Wathon, dan KOKAM (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah).
Editor : Kholistiono

